≡ Menu

Imam Ali as, Simbol Perjuangan dan Keadilan Abadi

Peringatan hari kelahiran Imam Ali as (13 Rajab/8 Agustus, red.) tahun ini diwarnai dengan penderitaan bangsa Lebanon dan Palestina yang dihimpit kebuasan Rezim Zionis Israel. Hingga kini, bangsa Palestina dan Lebanon dihantam gelombang kebiadaban kekuatan adidaya seperti AS dan Rezim Zionis yang akan menggunakan segala cara untuk merealisasikan di tujuan mereka. Saat ini, warga Lebanon harus membayar penentangan mereka atas kesewenang-wenangan Rezim Zionis Israel dengan darah.

Bangsa Lebanon memiliki jiwa perjuangan yang ditunjukkan Imam Ali as. Beliau adalah orang setelah Rasulullah Muhammad saaw., yang berhasil mementaskan penegakan keadilan terindah dalam sejarah Islam. Meski dewasa ini, bumi dipenuhi dengan peperangan dan fitnah, namun pekikan keadilan terus menggema ke seantero dunia. Dalam sejarah disebutkan bahwa Imam Ali adalah orang yang ketika berkuasa melarang penistaan terhadap hak seorang Kristen buta. Bahkan Imam Ali as melindunginya di bawah pemerintahan Islam. Memperjuangkan hak orang-orang tertindas sudah melekat di jiwa Imam Ali. Bahkan Beliau pernah berjanji, “Demi Allah, aku akan rebut kembali hak orang-orang mazlum dari para penindas.”

Perluasan keadilan dan pemberantasan kezaliman merupakan dua hal penting dalam pemikiran politik Imam Ali. Beliau menerima khilafah atau kepemimpinan umat Islam, hanya karena pilar-pilar penyangga keadilan sudah diambang kehancuran. Dukungan terhadap kaum tertindas dan memperjuangkan hak mereka sedemikian penting bagi Imam Ali as, sehingga beliau bersabda, “Ketidakberdayaan kaum tertindas sangat mulia bagiku sehingga akan aku perjuangkan hak mereka. Dan orang-orang zalim bagiku sangat hina dan lemah hingga aku akan rebut hak kaum tertindas dari tangan mereka.”

Imam Ali as memiliki cara pandang yang komprehensif. Bagi beliau keadilan tidak hanya terbatas dalam masalah etika saja melainkan mencakup seluruh elemen dalam kehidupan termasuk di bidang budaya, hak individual, dan sosial. Imam Ali berkata, “Allah swt telah menetapkan keadilan sebagai tonggak sosial serta untuk menghindari kezaliman dan dosa”. Menurut Imam Ali, keadilan merupakan cara terbaik untuk menggalang kepercayaan masyarakat. Ditegaskannya bahwa popularitas penguasa tidak ditentukan dengan sebaik apa mereka beretorika melainkan upaya mereka dilapangan untuk menegakkan keadilan serta memberantas diskriminasi dan kezaliman. Dalam surat kepada seorang wakilnya, Imam Ali mengimbau untuk senantiasa memperluas keadilan dan menghindari kezaliman, karena kesewenang-wenangan hanya akan menelantarkan dan mencuatkan penentangan warga.

Sangat disayangkan sekali dewasa ini kita menyaksikan bagaimana kekuatan adidaya dunia menggunakan seluruh fasilitas dan kapabilitas mereka di bidang ekonomi, propaganda, dan militer, dalam menjaga serta melestarikan kepentingan mereka. Yang pasti aksi tersebut selalu mengakibatkan tragedi kemanusiaan yang menyayat hati. Padahal dalam Islam, kekuatan dan kekuasaan dinilai positif ketika dibarengi dengan keadilan dan rahmat ilahi. Menurut Imam Ali, kekuatan dan kekuasaan merupakan amanat ilahi yang dititipkan kepada para penguasa dan amanat itu tidak boleh digunakan sebagai sarana untuk menindas dan menebar kefasadan. Dengan cara berpikir seperti ini, wajar jika Imam Ali sangat menekankan keadilan dalam implementasi seluruh kebijakan pemerintah. Bahkan menjelang gugur syahidnya pun, Imam Ali as, masih mengkhawatirkan jika hak peneror beliau yaitu, Ibnu Muljam, dinistakan. Imam Ali memperingatkan para sahabat beliau untuk tidak melebihi batas-batas keadilan ketika menghukum pembunuh beliau.

Imam Ali as berpendapat bahwa kezaliman merupakan faktor utama instabilitas sementara keadilan adalah kunci kokohnya sebuah negara. Keberadaan kezaliman dalam pemerintahan, akan membahayakan agama dan kesejahteraan masyarakat. Faktor munculnya kezaliman tak lain adalah ketamakan duniawi, dan untuk memenuhi tuntutan itu tak ada jalan lain kecuali harus menembus batas-batas etika dan kemanusiaan. Imam Ali bersabda, “Dua serigala yang menyerang mangsa dari dua arah, tidak lebih buruk dari aksi para penguasa dan pejabat yang merepresi warga”. Menurut beliau, harus ada interaksi proporsional antara penguasa dan rakyat. Dengan demikian, masyarakat dapat mempercayai pemerintah dalam segala hal.

Selain itu, para panguasa harus punya penilaian bahwa masyarakat berhak mendapatkan layanan, ketenangan, dan kesejaheraan yang terbaik. Saat itulah, pemerintah tidak akan menghadapi krisis dari dalam. Keadilan adalah jalan bebas hambatan umum yang dapat menampung semua pihak. Dan kezaliman merupakan jalan setapak kecil yang bahkan tidak dapat dilewati oleh orang zalim sendiri pun.

Imam Ali as adalah pengikut Rasulullah paling mulia dan sumber terlengkap bagi orang yang ingin meniti jalan menuju hakikat. Perjalanan hidup dan pemerintahan Imam Ali akan selalu menjadi prasasti abadi. Prasasti yang memberikan jawaban tepat atas pertanyaan orang-orang yang haus makrifat dan keadilan. Kata dan perilaku Imam Ali as merupakan harta karun paling berharga dan terindah yang menyimpan makna perjuangan, keberanian, dan perlawanan terhadap kezaliman. Hal itu karena dalam hidupnya, Imam Ali tidak pernah keluar dari kebenaran. Imam Ali tidak pernah meragukan kebenarannya, dan keyakinan inilah yang membuat kemampuan beliau dalam melawan kezaliman tak dapat disifati dengan kata-kata.

Dewasa ini, Imam Ali merupakan sumber inspirasi bagi setiap orang yang berada di dalam barisan kebenaran. Inilah yang saat ini tengah ditunjukkan bangsa Palestina dan Lebanon di hadapan brutalitas Rezim Zionis Israel dan AS. Kunci keberhasilan Hezbollah Lebanon pun terletak pada semangat perjuangan yang dimiliki Imam Ali as.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • tokoh yang memperjuangkan keadilan
  • tokoh-tokoh yang memperjuangkan keadilan
  • tokoh tokoh yang memperjuangkan keadilan
  • tokoh yang memperjuangkan kebenaran
  • tokoh keadilan
  • tokoh indonesia yang memperjuangkan keadilan
  • tokoh yang memperjuangkan keadilan di indonesia
  • Tokoh dunia yang memperjuangkan keadilan
  • tokoh memperjuangkan keadilan
  • tokoh dunia yang memperjuangkan kebenaran
{ 1 comment… add one }
  • haris Tuesday, 21 April 2009, 11:07:28

    imam ali adalah penentu manusia di akhirat sama ada masuk syurga atau neraka.sesungguhnya ini adalah wilayah ali.

Leave a Comment