≡ Menu

Konspirasi di Balik Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Menurut prinsip-prinsip moral yang universal, penghinaan terhadap orang lain adalah perilaku yang jauh dari akal sehat dan kemanusiaan. Namun, beberapa tahun belakangan ini, Barat telah menggunakan metode penghinaan ini untuk merendahkan citra Islam dan kepribadian Nabi Besar Muhammad SAWW. Pada bulan September tahun lalu, sebuah media massa Denmark memublikasikan karikatur-karikutur yang sangat menghina Nabi Muhammad dan kemudian dicetak ulang di berbagai media massa Barat.

Baru-baru ini, penghinaan terhadap kesucian Nabi Muhammad kembali dilakukan oleh orang-orang Denmark. Sebuah partai ekstrim dan rasialis Denmark, bernama Partai Rakyat, mengadakan pesta untuk para pemuda dan dalam pesta itu diadakan semacam teater yang bertema Nabi Muhammad. Seseorang memerankan Nabi Muhammad dengan sangat buruk, antara lain membawa bahan peledak. Kegiatan keji ini direkam dan kemudian disiarkan oleh stasiun televisi Denmark.

Berulang-ulangnya aksi penghinaan terhadap Nabi Muhammad menunjukkan adanya sebuah usaha yang terprogam, bukan akibat kesalahan atau ketidaksengajaan segelintir orang saja. Pembuatan karikatur yang menghina Nabi hanya salah satu saja di antara berbagai metode yang dipakai kekuatan-kekuatan anti Islam dalam memburukkan citra Islam. Selain karikatur, mereka juga menerbitkan buku-buku anti Islam. Sebagai contoh, dalam waktu dekat di Denmark akan diterbitkan sebuah buku berjudul Krisis Muhammad yang di dalamnya ditampilkan karikatur-karikatur keji mengenai Nabi Muhammad.

Metode lain yang mereka lakukan dalam menekan Islam adalah melalui pernyataan-pernyataan yang disampaikan para politisi Barat. Langkah seperti ini antara lain dilakukan oleh Paus Benedictus XVI beberapa waktu lalu. Dalam pidatonya di depan Universitas Regensburg, Paus Benedictus XVI berusaha membuktikan irrasionalisme dan anarkisme Islam dengan bersandarkan pada dialog antara seorang raja Kristen dan cendikiawan muslim pada abad ke 14. Dalam dialog tersebut Raja Bizantium mengolok-olok Rasulullah dan mengklaim bahwa Islam meluas di muka bumi dengan menggunakan pedang. Sebenarnya dengan cara demikian, Paus Benedictus telah menghina Islam dan Rasulullah, serta menyelewengkan fakta tentang agama langit terakhir ini.

Kenyataannya, jihad dalam Islam tidak digunakan untuk memaksakan agama, melainkan untuk memerangi pihak-pihak yang memperbudak manusia. Jihad dalam Islam bukan untuk memerangi bangsa-bangsa, melainkan untuk memerangi kekuatan-kekuatan zalim dan arogan. Oleh karena itu, jihad dalam Islam merupakan pertempuran untuk membebaskan umat manusia dari cengkeraman kezaliman, sehingga manusia dapat memilih jalannya dengan penuh kebebasan.

Tentu saja, dunia Islam tidak tinggal diam di hadapan serangan-serangan dengan berbagai metode ini. Kaum muslim menggelar demonstrasi di berbagai penjuru dunia untuk memprotes perilaku media massa Denmark dan sikap pemerintah negara itu yang tidak mau meminta maaf dengan alasan kebebasan berpendapat. Kaum muslimin sedunia juga diseru untuk memboikot produk-produk Denmark. Gerakan boikot produk Denmark pada tahun lalu telah membuat ekspor produk susu Denmark ke negara-negara Islam menurun 35 persen. Selain itu, berbagai pemerintahan negara muslim, tokoh-tokoh partai atau kelompok muslim, dan media massa muslim dengan kemampuannya masing-masing telah berupaya untuk melawan berbagai penghinaan itu dengan cara menjelaskan hakikat suci ajaran Islam serta kepribadian suci dan mulia Nabi Muhammad SAW.

Salah satu alasan yang dipakai oleh para politisi dan media massa Barat dalam membela perilaku keji penghinaan terhadap kesucian Nabi besar umat Islam, Muhammad SAW, adalah alasan kebebasan berpendapat. Dengan berlindung di balik kebebasan berpendapat tersebut, mereka menyatakan bahwa setiap orang berhak mempublikasikan apa saja, bahkan berhak untuk menghina nabi utusan Tuhan. Namun pertanyaan untuk orang-orang itu adalah, mengapa penghinaan yang mereka lakukan itu lebih banyak ditujukan kepada Nabi Muhammad dan Islam? Apakah ini suatu kebetulan belaka? Lalu, apakah kebebasan berpendapat yang diagung-agungkan Barat itu sama artinya dengan kebebasan untuk menghina orang lain?

Pertanyaan-pertanyaan tadi tidak bisa dijawab dengan logis oleh para pembela kebebasan berpendapat ala Barat itu dan hal ini membuktikan kelemahan logika mereka dalam memandang Islam. Para pemikir dan intelektual Islam berkali-kali telah menyatakan kesediaan mereka untuk berdiskusi secara logis dengan para penentang Islam. Melalui diskusi yang sehat akan bisa didapatkan pengetahuan yang benar mengenai hakikat Islam. Namun, tawaran diskusi seperti ini tidak ditanggapi oleh para konspirator yang selalu ingin memburuk-burukkan citra Islam.

Salah satu tujuan utama dari pemburukan citra Islam oleh kekuatan-kekuatan anti Islam adalah untuk menutup-nutupi cahaya Islam yang selalu bersinar. Sebagaimana disebutkan oleh berbagai data statistik, akhir-akhir ini cahaya Islam semakin bersinar di Eropa dan Amerika. Kini semakin banyak warga negara-negara Barat yang mengenal cahaya Islam dan mereka memutuskan untuk memeluk Islam sebagai agama mereka. Kenyataan ini menimbulkan ketakutan di hati para penguasa imperialis karena Islam adalah agama yang selalu mengajarkan perlawanan terhadap penindasan dan kezaliman.

Terakhir, perlu ditegaskan bahwa para nabi utusan Allah adalah teladan dan panutan umat manusia. Ajaran-ajaran mereka yang bersumber dari Tuhan bertujuan untuk membebaskan manusia dari kesesatan dan menunjukkan jalan yang lurus kepada manusia. Para nabi utusan Allah selalu menyeru umat manusia untuk menjauhi kezaliman dan diskriminasi, untuk selalu berbuat kebaikan kepada sesama manusia, dan selalu menjaga perdamaian di muka bumi. Para Nabi datang dengan membawa risalah Ilahiah yang sangat berperan dalam memajukan peradaban umat manusia. Banyak pemikir yang menyatakan, bila manusia-manusia suci utusan Tuhan itu tidak hadir di muka bumi, maka hari ini manusia masih akan berada dalam kegelapan dan kebodohan. Oleh karena itulah, semua Nabi harus mendapatkan penghormatan dan pemuliaan dari umat manusia. Tidak boleh ada satu nabi pun yang dihina atau direndahkan, termasuk Nabi terakhir yang diutus Tuhan untuk umat manusia, yaitu Nabi Besar Muhammad SAW.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • kepribadian nabi muhammad
  • penghinaan terhadap rasulullah
  • penghinaan karikatur nabi muhammad
  • karikatur penghinaan nabi
  • penghinaan Rasul
  • konspirasi muhammad
  • penghinaan rasulullah
  • penghinaan adalah
  • penghinaan karikatur nabi
  • penghinaan nabi muhammad
{ 1 comment… add one }

Leave a Comment