≡ Menu

Eskalasi Penolakan Rencana Amerika Kotakkan Irak

Kelompok-kelompok Syiah dan Ahli Sunnah Irak menolak rencana Senat Amerika mengotak-kotakkan Irak. Mereka menyatakan, rencana ini melanggar kedaulatan dan mengacaukan stabilitas Irak. Fraksi-fraksi di parlemen Irak juga menolak rencana tersebut dan menekankan perlunya dibuat undang-undang pelarangan pembagian Irak dengan alasan apapun. Dalam pernyataan yang dikeluarkan fraksi-fraksi DPR Irak disebutkan, “Menurut Senat Amerika, pembagian wilayah Irak adalah yang terbaik, namun itu penilaian sepihak, salah dan tidak realistis dari masa lalu, masa kini dan masa depan bangsa Irak.”

Partai-partai politik Irak menilai rencana pembagian itu merupakan desain besar Amerika agar dapat menduduki Irak untuk waktu lama. Rencana ini bertentangan dengan undang-undang dan hukum internasional. Masa depan Irak harus ditentukan oleh rakyatnya.

Beberapa hari lalu, tokoh-tokoh politik dari pelbagai kelompok, etnis, dan agama bersama pejabat pemerintah dan rakyat Irak secara aklamasi menolak rencana itu. Senat Amerika membagi wilayah Irak sesuai garis etnis dan agama menjadi tiga kawasan; Syiah, Sunni, dan Kurdi. Mereka menilai rencana itu dapat meredam situasi tak menentu yang terjadi di Irak. Negara Irak terdiri dari pelbagai etnis, mazhab dan kelompok-kelompok politik dan pemikiran. Sebelum diduduki pasukan Amerika, mereka hidup berdampingan secara damai.

Tampaknya, dengan rencana ini pejabat-pejabat Amerika tengah berusaha memunculkan konflik sektarian baru di Irak. Namun jangan sampai terkecoh, rencana yang digagas Senator Joseph Bayden dari partai Demokrat merupakan bagian dari rencana besar Amerika di kawasan Timur Tengah. Sejak lama, isu pembagian negara-negara di Timur Tengah masuk dalam kerangka besar rencana pembentukan Timur Tengah Baru. Para politikus Amerika telah memperbincangkan masalah ini sejak lama. Mayoritas analis politik percaya bahwa pembagian wilayah Irak, Suriah, Lebanon dan beberapa negara lain yang memiliki bentuk masyarakat yang khas termasuk dalam program Washington.

Oleh karenanya, rencana pembagian wilayah Irak tidak terbatas di negara Irak saja, namun mencakup seluruh kawasan Timur Tengah. Artinya, kawasan Timur Tengah lah yang paling parah menanggung akibatnya bila rencana ini berhasil diterapkan. Penerapan rencana ini, berarti situasi keamanan Irak semakin tegang yang pada gilirannya membuat kawasan Timur Tengah menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan kawasan sangat menguntungkan dan memperkuat posisi Amerika di sana plus sesuai dengan keinginan Rezim Zionis Israel dan lobi Zionis yang berada di puncak pengambilan keputusan di Gedung Putih. Negara-negara kawasan menolak keras rencana Senat Amerika. Menurut negara-negara di kawasan Timur Tengah, rencana pembagian Irak desain baru munculnya konflik sektarian di Irak. Pembagian Irak sesuai dengan kepentingan Amerika dan Rezim Zionis Israel.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • pembagian eskalasi
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment