≡ Menu

Iran Siap Bantu AS Stabilkan Irak

Iran akan membantu AS menstabilkan tetangganya, Irak, jika Washington menetapkan jadwal waktu bagi penarikan tentaranya. Pernyataan ini disampaikan oleh kepala perunding nuklir Iran dalam wawancara yang dipublikasikan Senin. Kepada surat kabar Financial Times, Ali Larijani mengatakan, “Jika mereka (Amerika) memiliki definisi jelas mengenai jadwal waktu kami akan membantu mereka mewujudkannya.” Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional, Larijani, menambahkan bahwa kegagalan Washington di Irak akan menghalangi pemerintah Bush untuk mempertimbangkan intervensi asing lagi dan memperingatkan AS untuk menjauhi Iran.

Antara hari ini, Senin, melaporkan pernyataan Larijani dalam wawancaranya dengan harian Financial Times. Ketika ditanya soal kemungkinan Amerika menyerang Iran, Larijani menjawab, “Bila Amerika menyerang Iran, itu berarti mereka siap menerima Israel di atas kursi roda.” Larijani juga menyatakan kesiapan Iran membantu Amerika memperbaiki situasi stabilitas keamanan Irak bila Amerika menetapkan jadwal waktu penarikan tentaranya. Penetapan jadwal penarikan pasukan Amerika dari Irak yang diusulkan oleh Partai Demokrat dilihatnya sebagai keputusan yang logis. Larijani kemudian menyebutkan Inggris lebih cerdas ketimbang Amerika dalam menyikapi situasi yang terjadi di Irak. Inggris telah menarik tentaranya keluar dari kota pelabuhan Basrah di Irak selatan dan jadwal kasar bagi pengurangan 5.500 personilnya sepenuhnya dari Irak secara berangsur-angsur akan muncul.

Larijani menegaskan kembali bahwa Iran siap untuk terus bekerjasama dengan pengawas atom PBB guna meredakan perselisihan mengenai program nuklirnya. Ia menambahkan, negara-negara besar perlu tahu bahwa kini tidak ada lagi kemungkinan Iran menangguhkan program nuklirnya. Antara tidak memuat ucapan Larijani yang mengomentari soal sanksi ekonomi yang lebih besar pada Iran. Ia mengatakan, “Sanksi yang diusulkan Amerika tidak akan mempengaruhi sikap Iran. Sanksi sebelumnya pun tidak berpengaruh. Karena sampai saat ini kehidupan di Iran terus berlanjut.” Ia bahkan balas mengancam bila negara-negara Barat ingin menerapkan sanksi yang lebih berat pada Iran, maka dengan mudah Iran akan mencari produk-produk alternatif dan lebih murah dari Cina.

Pada hari Jumat lalu, enam negara besar di dunia setuju untuk menangguhkan pemilihan mengenai sanksi PBB yang lebih keras pada Iran hingga akhir November secepatnya. Sayangnya, Antara lebih memilih alasan menunggu laporan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan perunding Eropa Javier Solana. Padahal, kenyataannya Rusia dan Cina secara tegas menolak pemberlakuan sanksi yang lebih berat pada Iran. Itu karena Iran telah melakukan kerjasama konstruktif soal program nuklir sipilnya dengan IAEA. Barat menuduh Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil. Iran membantahnya, dengan mengatakan negara itu ingin memproduksi listrik dan mengamankan minyak dan gasnya untuk pasar ekspor.

Sementara itu, ketika ditanya soal tuduhan Amerika tentang Iran yang memberikan bantuan kepada para milisi Irak, Larijani menjawab, “Itu sebuah kebohongan.” Ia menambahkan, “Sampai saat ini Iran telah meminta kepada Amerika agar menyebutkan nama-nama personel Pasdaran yang dituduh membantu kelompok-kelompok di Irak. Namun, tidak pernah ada jawaban jelas dari pihak Amerika.” Kembali ketika ditanya soal kemungkinan invasi Amerika atau Israel ke Iran untuk menghentikan program nuklirnya, ia memeringatkan, “Kekalahan Washington di Irak sebenarnya harus menjadi peringatan bagi Amerika agar tidak memulai petualangan baru.”

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • iran bantu amerika invasi ke irak
  • iran bantu AS invasi irak
  • iran bantu invasi irak
  • kesiapan amerika menyerang iran
  • rusia akan bantu iran
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment