≡ Menu

Menhan Amerika Akui Kegagalan Politik Amerika di Irak dan Afghanistan

Menteri Pertahanan Amerika (Menhan), Robert Gates, memastikan, Amerika telah melakukan kesalahan melakukan peperangan di dua negara dalam satu waktu. Gates menyatakan hal itu di depan sejumlah praktisi hukum Partai Demokrat. Dalam pernyataannya itu ia juga mengakui negara-negara sekutu Amerika tidak tertarik menyertai politik Amerika di Irak. Pernyataan Robert Gates mengarah pada negara-negara sekutu Amerika yang mulai meninggalkan Amerika di Irak, merupakan pernyataan resmi pertama dari seorang pejabat tinggi Amerika. Namun, pertanyaannya adalah mengapa Gates menyampaikan masalah ini secara transparan? Ada apa di balik pernyataan itu?

Para analis politik menilai, tujuan utama Menhan buka-bukaan soal masalah ini tidak lepas dari strategi Gedung Putih menarik hati Partai Demokrat menyepakati penambahan anggaran militer Amerika di Irak dan Afghanistan. Anggaran militer Amerika di tahun-tahun terakhir meningkat tajam. Hal itu tidak terlepas dari politik ekspansif Bush. Peningkatan anggaran militer Amerika yang tidak biasanya itu menimbulkan protes rakyat Amerika. Sementara itu, Partai Demokrat memanfaatkan masalah ini sebagai alat propagandanya menyisihkan rivalnya dari Partai Republik. Pernyataan Gates soal perang Irak dan Afghanistan membuktikan politik agresif Bush di kedua negara ini memasuki tahap krisis.

Para pakar politik menilai, pernyataan terbuka Gates menandai perbedaan kebijakan Gates dan Bush soal berlanjutnya kehadiran tentara Amerika di Irak. Pernyataan Gates masih punya kelemahan. Karena di satu sisi ia meyakini ada problem besar yang dihadapi Amerika di Irak, namun pada saat yang sama ia tidak memberi solusi cara Amerika keluar dari sana. Itu menunjukkan belum akan terjadi perubahan mendasar dalam politik Bush soal Irak. Itulah mengapa orang seperti Gates ditugaskan mendekati Partai Demokrat. Hal itu dimaksudkan agar rival Republik ini menyepakati penambahan anggaran militer demi mensukseskan politik ekspansif Bush.

Partai Demokrat yang sebelumnya menyetujui anggaran militer yang diusulkan Bush, pada hakikatnya telah menghancurkan reputasi politik mereka sendiri, terutama di kalangan pendukung mereka. Rencana pembagian wilayah Irak menjadi tiga bagian merupakan usulan dari partai Demokrat. Rencana pembagian ini menunjukkan keberiringan kebijakan Partai Demokrat dengan politik Bush di Irak. Artinya, pada prinsipnya kebijakan Partai Demokrat dan Partai Republik tidak ada perbedaan. Masyarakat Amerika dengan gambaran politik sebelumnya, menganggap visi politik Bush mengalami kegagalan strategis di Irak dan hanya mendulang eskalasi kebencian masyarakat dunia pada Amerika. Pernyataan Gates bahwa Amerika bakal ditinggal sendiri di Irak menunjukkan kebenaran cara pandang sebelumnya. Di samping itu, bagi Bush krisis Irak mengarah pada situasi yang semakin tidak menentu dan kompleks.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • masalah politik amerika
  • permasalahan politik amerika
  • masalah politik di amerika
  • Afganista dan Politik Amerika
  • masalah politik di negara irak
  • kegagalan amerika di afghanistan
  • persoalan yang ada di afghanistan
  • Kegagalan amerika di irak
  • apa kebijakan politik usa di irak
  • what is United States political problem?#sclient=psy-ab
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment