≡ Menu

AS Tak Jera Diskreditkan Program Nuklir Iran

Juru Bicara Gedung Putih, Dana Perino, kemarin menolak undangan Universitas Firdausi di kota Mashad, Iran, kepada Presiden AS, George W. Bush, untuk berpidato di universitas tersebut. Perino juga mengemukakan alasan tak proporsional bahwa Bush dapat membahas undangan tersebut seandainya Iran tidak berniat memproduksi senjata destruksi massal dan tidak ingin menghancurkan Rezim Zionis Israel. Beberapa waktu lalu, AS gencar mengupayakan ratifikasi resolusi baru anti-Iran di Dewan Keamanan PBB. Namun hal itu dihadapkan pada penentangan dalam tubuh Kelompok 5+1. Persamaan visi AS dengan Rezim Zionis Israel membuktikan dukungan kuat Gedung Putih terhadap Tel Aviv.

Di pihak lain, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA ), Muhammad ElBaredei, dalam wawancaranya dengan Koran Financial Times terbitan hari ini menyatakan dukungannya atas kesepakatan yang telah dicapai dengan Iran. Dikatakannya, berdasarkan kesepakatan hingga tanggal 22 November mendatang hasil perundingan kedua pihak soal dua hal, pertama tentang kemampuan riset nuklir Iran dan kedua terkait kapasitas produksi energi nuklirnya, akan segera diumumkan. Menurut rencana, tanggal 22 November mendatang, ElBaredei akan menyerahkan laporannya soal hasil pelaksanaan kesepakatan dengan Iran kepada Dewan Gubernur IAEA. Perundingan teknis Iran dan IAEA telah dimulai adapun perundingan babak keduanya akan dilaksanakan tanggal 15 Oktober mendatang.

Cina dan Rusia hingga kini menentang diratifikasinya resolusi baru anti-Iran dan bahkan keduanya tetap menekankan pentingnya proses perundingan dalam penyelesaian kasus nuklir Tehran. Laporan lainnya menyebutkan, Wakil Menteri Luar Negeri AS, R. Nicholas Burns, dalam wawancaranya dengan Televisi CNN kembali mengklaim Iran tengah berupaya menggapai teknologi produksi senjata destruksi massal. Ditambahkannya, tidak ada satu pihak pun yang menginginkan hal ini terjadi. Washington menurutnya tengah mengupayakan diratifikasinya resolusi baru anti-Iran.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • kapasitas produksi senjata iran
  • peran Dewan Keamanan PBB dalam menangani permasalahan irak
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment