≡ Menu

Kontradiksi Pernyataan Bush Soal Irak

Presiden Amerika George W. Bush dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Al-Arabiya menyatakan, “Saya menolak pembagian Irak menjadi tiga kawasan.” Pernyataannya sebagai reaksi atas keputusan Senat Amerika minggu lalu soal pembagian Irak menjadi tiga kawasan; Syiah, Sunni dan Kurdi. Tampaknya, protes rencana Senat Amerika itu tidak hanya terjadi di dalam negeri Irak saja tapi telah meluas ke tingkat regional Timur Tengah. Protes keras itu memaksa sebagian pejabat Amerika terpaksa mengeluarkan pernyataan menolak rencana tersebut. Pejabat-pejabat Amerika memainkan politik tarik ulur.

Jangan lupa bahwa pernyataan Bush dalam wawancaranya itu tidak dapat dikategorikan sebuah pernyataan resmi. Apa lagi, pernyataannya itu belum mampu meyakinkan opini umum negara-negara Timur Tengah. Mengapa demikian? Sederhana, kinerja dan politik Bush di Irak praktis bertujuan mewujudkan pembagian tiga kawasan di Irak berdasarkan agama dan etnis. Rencana yang kemudian diratifikasi oleh Senat Amerika menemukan bentuk legalnya. Ironisnya, dalam wawancara itu, Bush menyatakan dirinya tidak arogan dan cinta damai. Ia tidak mendukung pembagian wilayah Irak. Semua ini dalam rangka memperbaiki citra arogansinya di kalangan masyarakat Timur Tengah dan dunia Islam.

Menarik dicermati, dalam wawancaranya ia menyatakan dirinya sebagai pendukung serius pemerintahan Perdana Menteri Irak, Nouri Al-Maliki. Pernyataan Bush soal dukungannya ini bukan untuk yang pertama kali. Sementara itu, pada waktu yang sama aksi-aksi tentara Amerika di Irak bertolak belakang dengan pernyataan Bush. Aksi-aksi kejahatan tentara Amerika yang menjadikan penduduk sipil Irak sebagai targetnya menegasikan kejujuran dukungan Bush atas Maliki dan pemerintah persatuan nasional Irak.

Para analis politik meyakini, politik pendudukan Amerika yang diwujudkan dengan aksi-aksi militernya, bertujuan menciptakan krisis tak berkesudahan di Irak dengan cara memetak-metakkan etnis dan agama. Selama ini, Amerika berupaya menjelek-jelekkan kinerja pemerintahan Maliki agar proses perbaikan situasi politik di sana gagal. Bila usaha ini berhasil, Amerika dapat lebih berharap kembalinya anasir-anasir Partai Baats ke kancah politik Irak. Di sisi lain, Amerika mempersenjatai kelompok-kelompok teroris untuk menghalang-halangi usaha pemerintahan Maliki melaksanakan amanat rakyat Irak.

Mencermati semua fenomena yang terjadi di Irak, rakyat Irak tidak akan percaya begitu saja klaim dan sikap kontradiktif Bush soal dukungannya terhadap pemerintahan Maliki. Di samping itu, bila pernyataan Bush yang menolak rencana pembagian wilayah Irak adalah benar, niscaya akan terjadi perubahan dalam politik Amerika di Irak. Karena kenyataannya, sebelum mengeluarkan pernyataan mendukung pemerintahan persatuan nasional Irak, Amerika selama ini berusaha mempercepat skenario pembagian wilayah Irak berdasarkan etnis dan agama.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • soal kontradiksi
  • pembagian region timur tengah
  • pembagian wilayah negara menurut kontradiksi
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment