≡ Menu

Hamas: Kredibilitas Indonesia Bakal Menurun

Pemimpin Hamas di Gaza, Mahmud al-Zahar, menegaskan, kredibilitas pemerintah Indonesia bakal makin menurun di mata negara-negara Arab dan muslim bila bersedia menghadiri konferensi perdamaian yang bakal digelar di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, bulan depan. Rencananya, Indonesia diundang bersama Malaysia dan Turki sebagai tim peninjau. Berita ini dilaporkan Tempo Interaktif kemarin, Selasa. Saat di hubungi Tempo melalui telepon selulernya kemarin, disebutkan, Mantan Menteri Luar Negeri pada kabinet Hamas ini menyarankan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak menerima undangan itu. “Jika diterima berarti Indonesia berada di pihak penjajah dan menghianati perjuangan rakyat Palestina.” Menurut dia, konferensi yang diprakarsai Presiden Amerika George W. Bush itu tidak akan memberikan penyelesaian yang adil bagi bangsa Palestina. Karena itu, ia menilai, kehadiran Indonesia menunjukkan posisi Jakarta tidak netral. Zahar juga menolak solusi dua negara yang bakal diajukan sebagai kesepakatan akhir dengan Israel. Ia menegaskan, “Mereka sama sekali tidak punya hak atas tanah kami.”

Sementara itu, Antara hari ini, Rabu, menukil dari Al-Quds Al-Arabi edisi Senin, menulis, Anggota Badan Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Mohamed Nazzal, menyatakan, “Pertemuan Annapolis tidak ada kaitannya dengan masalah Palestina. Pertemuan ini lebih difokuskan untuk mendapatkan dukungan Arab untuk menyerang Iran. Nazzal, salah satu tokoh Hamas yang memprediksikan pertemuan itu akan gagal, juga menilai bahwa pertemuan bertujuan untuk menyelamatkan Presiden Bush dan PM Israel, Ehud Olmert, serta membantu pemenangan Partai Republik AS dalam Pemilu mendatang. Menurutnya, “Tidak perlu ada aksi militer dari Hamas untuk menggagalkan pertemuan itu, karena sejak semula pertemuan ini bakal gagal. Tidak mungkin meletakkan harapan pada keduanya (Bush dan Olmert).” Ia lantas mencontohkan Kesepakatan Oslo, mengenai kesepakatan damai Palestina Israel yang berlangsung di Oslo, Kanada, pada 1993. Ia mengusulkan, Pemerintahan Otoritas Palestina seharusnya meletakkan harapan kepada saudara-saudara sesama Arab. Bagaimana Menteri Luar Negeri Mesir, Ahmed Abu Geith, minta pertemuan itu ditunda agar persiapan lebih matang, tapi pemimpin Palestina malah antusias.

Sementara Indonesia sendiri kemungkinan besar akan mengirim utusan menghadiri konferensi perdamaian itu. Posisi Indonesia tidak begitu kuat untuk mengatakan TIDAK kepada Amerika. Karena Indonesia butuh pemulihan hubungan dengan Amerika, terutama kerja sama militer yang masih ada ganjalan. Meski dalam beberapa tahun terakhir hubungan kedua negara menunjukkan perbaikan, Kongres AS belum mencabut restriksi yang selama ini diberlakukan terhadap pemerintah Indonesia, khususnya TNI. Jawa Pos Online hari Rabu, menulis soal sinyalemen Amerika. Dubes Gene B. Christy, foreign policy advisor US Pacific Command (Pacom), komando militer AS di Asia Pasifik memberikan sinyal bahwa pemulihan hubungan AS-RI sangat mungkin terjadi setelah pemilu di AS tahun depan. Berdasar jadwal, pemilihan presiden dan wakil presiden Amerika akan berlangsung pada 4 November 2008. Pesta demokrasi itu juga berbarengan dengan pemilu Senat, House of Representatives (DPR), dan gubernur maupun sejumlah pemilu lokal.

Bagi Gedung Putih, keberhasilan melaksanakan konferensi perdamaian ini dapat menaikkan popularitasnya dan juga partainya. Setidak-tidaknya, selama 8 tahun memerintah, Bush juga ingin punya kenangan manis. Di sisi lain, Rezim Zionis Israel bersikeras agar Pemerintah Otoritas Palestina yang sekaligus pemimpin Faksi Fatah untuk hadir. Padahal, pada saat yang sama, Rezim zionis Israel tengah berusaha membagi kawasan Tepi Barat Sungai Jordan menjadi dua bagian; Utara dan Selatan. Kedua bagian ini dipisahkan oleh jembatan dan terowongan rasialis, karena hanya orang-orang Zionis yang dapat melaluinya. Jadi, apa yang dilakukan Mahmoud Abbas tidak lain mengkhianati bangsanya sendiri. Dan bila Indonesia ikut hadir, sama artinya mengkhianati perjuangan bangsa Palestina.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • tni di mata rakyat palestina
  • indonesia di mata rakyat palestina
  • indonesia di mata palestina
  • militer indonesia di mata israel
  • indonesia dimata hamas
  • indonesia dimata israel
  • indonesia dimata palestina
  • tni di mata israel
  • tni dimata israel
  • indonesia dimata rakyat palestina
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment