≡ Menu

Bukti Baru Dampak Kekalahan Rezim Zionis di Perang 33 Hari Lebanon

Beberapa waktu lalu, kalangan Zionis merilis laporan terbaru mengenai perang 33 hari. Dalam perang itu, Rezim Zionis Israel menderita kekalahan hebat selama 33 hari menyerang Lebanon. Perlawanan gigih Hizbullah meruntuhkan mitos kehebatan angkatan bersenjata rezim zionis rasialis ini. Ternyata, data-data yang dibeberkan menunjukkan dampak kekalahan itu lebih hebat dari yang diperkirakan selama ini. Rezim Zionis Israel punya strategi tersendiri menutupi data kekalahan mereka. Mereka mempublikasikan data-data itu secara bertahap. Dengan itu mereka berharap tidak terlalu malu di hadapan dunia internasional.

Sekaitan dengan masalah ini, Komite Keamanan dan Hubungan Luar Negeri Parlemen membentuk “Tim Propaganda Perang Lebanon”. Dalam laporannya, menyebutkan, Rezim Zionis tidak hanya kalah di medan pertempuran, tapi juga di bidang psy-war. Beberapa bulan sebelum pernyataan ini dilontarkan, Komite bernama Winograd telah merilis laporan yang secara transparan mengakui kekalahan Rezim Zionis Israel dalam perang 33 hari. Komite Winograd dibentuk tidak lama setelah perang 33 hari berakhir. Komite ini dibuat setelah opini publik di sana menekan pemerintah agar membeberkan data-data sesungguhnya yang terjadi. Tugas Komite ini mengumpulkan data-data penyebab kekalahan rezim zionis rasialis ini dalam perang 33 hari di Lebanon. Dalam laporan Komite Winograd, pemakaian kata pecundang untuk Rezim Zionis Israel dipakai beberapa kali ketika dipadankan dengan kata Hizbullah. Laporan Winograd selain mengkritik kinerja pejabat-pejabat Rezim Zionis Israel, juga menegaskan ketidaklayakan mereka.

Kekalahan Rezim Zionis Israel, secara praktis, menunjukkan kerapuhan rezim ini. Hal yang pernah disitir oleh Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah, Rezim Zionis Israel lebih lemah dari rumah laba-laba. Dampak kekalahan ini dimulai dari pengunduran diri Menteri Peperangan waktu itu, Amir Peretz. Kekalahan Rezim Zionis Israel dalam perang 33 hari di Lebanon, dampaknya tidak hanya dirasakan secara politik, namun lebih dari itu. Kerapuhan politik dan kekuatan militer rezim rasialis ini semakin terkuak. Posisi Ehud Olmert sebagai Perdana Menteri juga semakin melemah. Ini sebagian bukti melemahnya posisi Rezim Zionis Israel setelah kekelahan mereka di perang 33 hari di Lebanon.

Perang 33 hari di Lebanon, berdampak besar pada tekanan yang semakin besar terhadap Ehud Olmert. Para pengamat politik setelah melihat sejumlah laporan yang dirilis Rezim Zionis Israel yakin Ehud Olmert tidak mampu bertahan lama di kursi Perdana Menteri. Hal ini semakin diperkuat dengan pernyataannya bahwa ia mengidap penyakit kanker prostat. Pernyataan ini disampaikan sebagai langkah awal proses pengunduran dirinya.

Dalam laporan Tim Propaganda Perang Lebanon Rezim Zionis Israel disebutkan pejabat-pejabat rezim rasialis ini secara tersirat membohongi warganya. Hal ini berakibat pada semakin menurunnya kepercayaan warga Rezim Zionis Israel kepada mereka. Data ini hanya semakin memperjelas kebobrokan mereka. Dampak kekalahan Rezim Zionis Israel sedemikian luasnya, sehingga butuh waktu lama memperbaikinya.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • perang lebanon
  • kekalahan israel
  • perang lebanon 2006
  • perang libanon
  • perang 33 hari
  • perang israel lebanon 2006
  • PERANG ISRAEL LEBANON
  • perang lebanon israel
  • perang hizbullah israel 2006
  • perang israel libanon
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment