≡ Menu

AS dan Inggris Terjebak dalam Kubangan

Kebijakan keliru Washington di Negeri Kisah 1001 Malam kian menjadi bulan-bulanan kritik dan cercaan, baik dari dalam maupun luar. Pernyataan ini disampaikan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional Iran di Teheran, hari Rabu. Ditandaskannya, kebijakan keliru AS malah mengakibatkan pembantaian massal di Irak oleh pasukan pendudukan AS. Lebih dari itu, Washington menuding Iran mengintervensi Irak. Klaim ini sengaja dilontarkan guna mereduksi tekanan dalam dan luar negeri terhadap pemerintah Presiden George W. Bush.

Pada saat yang sama, Iran sebagai negara tetangga menghendaki terrealisasinya keamanan dan stabilitas di Irak. Bagi Teheran, kehendak ini sangatlah wajar. Sebab, Iran akan terkena getah pertama instabilitas di Irak sebelum negara-negara lain. Pada faktanya, sederet malapetaka yang terjadi Negeri Seribu Petaka ini bersumber dari AS dan Inggris. Kedua negara ini terbukti mempunyai kepentingan bejibun untuk bercokol lebih lama di Irak. Namun kehadiran pasukan asing yang hanya bertendensi mengeruk sumber alam ini mendapat perlawanan sengit para pejuang Irak. Perlawanan ini menyebabkan Washington dan London kini dihadapkan pada jalan buntu.

Rahbar dalam Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Iran mengingatkan, AS dan Inggris akan terjebak dalam kubangan lumpur di Irak bila masih terus melanjutkan pendudukan di negara ini. Dalam bagian pidatonya, Rahbar menyinggung diasingkannnya Imam Khomeini karena pernyataannya yang menentang kapitulasi bagi warga AS di Iran. Lebih lanjut beliau mengisyaratkan pembantaian para pelajar di Teheran pada tahun 1978 dan pendudukan sarang mata-mata AS atau Kedubes AS di Teheran. Semua itu mencerminkan reaksi keras bangsa Iran terhadap arogansi Gedung Putih. Selain itu, Rahbar menyebut perjuangan bangsa Iran dalam perang Irak-Iran yang berlangsung selama delapan tahun sebagai harga mahal bagi sebuah kemerdekaan.

Yang jelas, AS menjadikan Iran sebagai musuh bebuyutan, karena bangsa ini menentang segala arogansi Negeri Paman Sam. Washington mendesak Teheran untuk menghentikan program nuklir. Namun Iran tak menghiraukan desakan tersebut. Sebab, AS hanya ingin menjadikan Negeri Para Mullah ini terjajah. Semoga kegigihan bangsa ini dapat ditiru oleh Negeri 1001 Malam yang kini diliputi petaka yang tak kunjung selesai.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • Iran dlm malam
  • iran terjebak
  • kebijakan amerika terhadap negara spanyol pada masa pemerintahan george washington
  • pejuang irak kini
  • pernyataan ali khamenei
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment