≡ Menu

Politik Radikal Amerika Terhadap Iran

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Mohammad Ali Hosseini, mereaksi keras aksi-aksi ilegal Amerika yang melanggar hukum internasional. Reaksi Ali Hosseini ini terkait sanksi yang dijatuhkan Amerika terhadap lembaga-lembaga resmi Iran. Jubir Kemlu Iran ini menyatakan, “Politik radikal Amerika atas bangsa Iran dan lembaga-lembaga rakyat dan resmi Republik Islam Iran adalah bukti pelanggaran hukum internasional. Karena itu, sanksi tersebut batal dan tidak punya nilai hukum.” Menurut laporan BBC yang dirilis hari ini, Jumat, 26 Oktober, Jubir Kemlu Iran dalam pernyataan lainnya menambahkan, “Keputusan yang dikeluarkan oleh negara yang dikenal sebagai produsen senjata pemusnah massal dan non-konvensional dan juga pendukung pelbagai kelompok teroris, tidak dapat mengganggu jalannya kemajuan, pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat dan lembaga-lembaga resmi milik Iran.”

Jelas, sikap radikal Gedung Putih terhadap Iran akan mengganggu jalannya penyelesaian diplomatik yang disebut-sebut selama ini sebagai krisis nuklir sipil Iran. Namun yang patut dicermati adalah dinding pembatas yang memisahkan kepercayaan dua negara ini semakin tinggi dan semakin sulit dicairkan. Tentu, Iran sebagai negara berdaulat tidak akan membiarkan begitu saja campur tangan Amerika terhadap urusan dalam negerinya. Tidak sekali ini Amerika mengalamatkan tuduhan bohongnya kepada Iran. Berkali-kali Amerika menuduh Iran sebagai pemicu konflik dan ketidaberhasilan mereka di Irak, Afghanistan dan Lebanon. Semua tuduhan yang dilemparkan ke Iran tidak pernah disertai bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu dan yang lebih penting, Amerika tidak dapat mengeksekusi sanksi yang dijatuhkannya itu. Negara-negara dunia meyakini kepentingan nasionalnya terkait erat dengan perluasan hubungan kerja sama dengan Iran. Negara-negara dunia tentu tidak akan mengorbankan kepentingan nasionalnya demi keinginan haram Amerika.

Pada hari Kamis, tanggal 25 Oktober, Amerika menyampaikan klaim kosongnya lewat Menteri Luar Negerinya, Condoleezza Rice, terhadap sebagian bank dan militer Iran. Dalam pernyataan itu, Amerika sendiri tidak yakin dapat mengeksekusi sanksi yang dijatuhkannya. Protes Amerika terhadap kerja sama negara Rusia dan Cina dengan Iran menunjukkan selama ini Amerika tidak mampu mendikte dua negara ini mengekor politik unilaterismenya. Dan yang paling urgen, Amerika tidak dalam posisi mampu sendirian mengeksekusi sanksi yang dijatuhkannya. Bila diandaikan Amerika mampu mengeksekusinya sendiri, hasilnya pun tidak seperti yang diharapkan. Hal yang telah diprediksikan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin, bahwa sanksi yang dijatuhkan terhadap Iran tidak berdasar. Itulah mengapa Rusia lebih memilih jalur diplomatik dalam mencari solusi soal program nuklir sipil Iran.

Terlepas dari analisa sebab dan akibat sanksi yang dijatuhkan Amerika terhadap Iran, yang jelas pernyataan itu termasuk campur tangan urusan dalam negeri Iran. Pemerintah Iran menyatakan, “Pernyataan semacam itu tidak akan mempengaruhi keseriusan dan tekad bangsa Iran untuk mendapatkan hak-haknya.”

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • campur tangan PBB dalam sanksi nuklir terhadap Iran
  • politik radikal
  • konflik politik amerika
  • akibat pbb ikut campur dalam konflik politik
  • sanksi politik bagi negara pelanggar hukum internasional
  • radikal amerika
  • Politik Amerika
  • konflik politik iran dan amerika
  • konflik politik di cina
  • kenapa amerika iran
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment