≡ Menu

Kritik atas Politik Anti-Islam Pemerintah Inggris

Muhammad Abdul Bari, Sekjen Dewan Muslim Inggris (Muslim Council of Britain/MCB) mengkritik keras pola implementasi program pemberantasan terorisme Pemerintah Inggris. Abdul Bari menilai, perdebatan mengenai warga muslim di Inggris telah melebihi batas dan tak lagi relevan. Baru-baru ini dalam wawancara televisinya, Sekjen MCB itu mengungkapkan bahwa Pemerintah Inggris saat ini lebih banyak mengesankan masyarakat muslim sebagai biang segala masalah ketimbang sebagai kelompok yang memberikan pengaruh positif bagi seluruh masyarakat.

Kini, sekitar dua juta orang dari 60 juta penduduk Inggris merupakan warga muslim. Mayoritas dari mereka telah hidup di negara ini lebih dari beberapa dekade. Masyarakat muslim Inggris dikenal sebagai kaum minoritas yang aktif di berbagai bidang sosial, ekonomi, dan perdagangan. Bahkan, peran dominan masyarakat muslim di bidang layanan kesehatan dan kedokteran di Inggris telah jamak diketahui. Begitu pula di lingkungan akademik dan pelbagai lembaga riset, andil masyarakat muslim Inggris cukup dikenal dan begitu kentara.

Peran positif komunitas muslim Inggris di negaranya terbilang begitu berpengaruh, bila dibandingkan dengan jumlah mereka dengan seluruh penduduk Inggris. Di samping itu, tingkat krimininalitas di kalangan warga muslim, jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan total penduduk Inggris.

Ironisnya pasca tragedi 11 September 2001, khususnya selepas kasus pemboman London pada 7 Juli 2005, gelombang proganda anti-Islam di kalangan media massa Inggris kian merebak. Tentu saja peran pemerintah Inggris dalam hal ini tak dapat diabaikan begitu saja. Pemerintah Inggris baik pada masa kepemimpinan Tony Blair maupun Gordon Brown, mengontrol ketat seluruh aktifitas masyarakat muslim atas nama program pemberantasan terorisme. Situasi ketat semacam itu, niscaya membuat kondisi hidup masyarakat muslim menjadi kian sulit dan tertekan. Sampai-sampai mereka selalu menjadi sasaran tudingan tanpa pembuktian yang jelas.

Kendati, Jubir Departemen Dalam Negeri Inggris menampik tuduhan rasialis dan diskriminatif undang-undang pemberantasan terorisme di Inggris, namun prilaku pihak keamanan dan aparat hukum justru mengungkapkan kenyataan sebaliknya. Tujuan anti-Islam pemerintah Inggris ini kian tampak nyata, saat kita menelisik kembali beragam kasus penahanan sejumlah warga muslim karena tuduhan teroris tanpa adanya pembuktian kuat. Namun bila London memang jujur ingin mengubah kebijakannya anti-Islamnya. Maka tak ada jalan lain kecuali menuruti anjuran Abdul Bari, Sekjen Dewan Muslim Inggris (MBC). Dengan kata lain, Pemerintah Inggris mesti membuang jauh budaya rasialis ala Nazi Jerman, dan meninggalkan sikap prasangka buruknya terhadap umat Islam.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • kondisi politik inggris
  • politik pemerintahan inggris
  • politik islam di INGGRIS
  • kondisi politik di inggris sekarang
  • keadaanpolitik inggris
  • kondisi politik inggris saat ini
  • keadaan politik inggris
  • pengaruh pemerintahan inggris
  • keadaan pemerintah inggris
  • masyarakat inggris di bidang politik
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment