≡ Menu

Intervensi CIA dan Mossad dalam Konflik Darfur

Presiden Sudan Omar Al-Bashir menuding sejumlah negara-negara Barat mengirimkan sejumlah anasirnya ke Sudan yang bekerja untuk kepentingan lembaga intelijen AS dan Rezim Zionis Israel. Dalam wawancaranya dengan koran Guardian baru-baru ini, Omar Al-Bashir mengungkapkan bahwa Barat turut terlibat menciptakan krisis Darfur. Menurut Al-Bashir campur tangan Barat ini, khususnya AS, Perancis, dan Jerman telah menyebabkan gagalnya proses perundingan damai.

Sementara itu, Ketua Parlemen Sudan, Ahmad Ibrahim Al-Taher, belakangan membongkar peran Rezim Zionis dalam memperburuk konflik di selatan Sudah dan memperingatkan adanya upaya Rezim ini untuk menguasai sebagian kawasan sungai Nil.

Tak syak lagi, persoalan krisis Darfur bukan sekedar silang sengketa antara pemerintah pusat Khartoum dengan kelompok separatis. Konspirasi yang tengah digelar Washington dan Tel Aviv untuk memanfaatkan pelbagai konflik dan ketegangan di Timur Tengah saat ini, sejatinya berpengaruh cukup luas terhadap krisis internal negara-negara di kawasan.

Di samping itu, terwujudnya impian Zionis dari Nil hingga ke Eufrat sangat bergantung dengan peran AS untuk menciptakan pelbagai titik konflik di kawasan Timur Tengah. Terkait hal ini, Mostafa Ismail, Penasehat Presiden Sudan, menegaskan bahwa AS sengaja menekan Khartoum agar negara ini mengakui secara resmi eksistensi Rezim Zionis Israel. Salah satu perangkat AS untuk menekan Sudan adalah dengan memanfaatkan kelompok-kelompok separatis di selatan Sudan. Agen-agen inteljen AS dan Israel, CIA dan Mossad berkali-kali memprovokasi para pemberontak di Sudan, sehingga konflik di negara ini pun terus berkepanjangan.

Kini, konflik Sudan telah menciptakan peluang bagi agen mata-mata AS dan Rezim Zionis untuk mengukuhkan kehadirannya di negara ini lewat pelbagai bentuk intervensi. Dilancarkannya langkah destruktif untuk menggagalkan proses perundingan, memprovokasi kelompok-kelompok separatis, pemberian bantuan persenjatan dan keuangan terhadap mereka merupakan sejumlah langkah yang ditempuh agen mata-mata AS dan Rezim Zionis di Sudan.

Menyikapi hal ini, selain memperingatkan dampak buruk dari campur tangan CIA dan Mossad serta negara-negara Barat lainnya terhadap urusan internal Sudan, Pemerintahan Khartoum juga mendesak masyarakat internasional, khususnya PBB untuk berperan lebih pro-aktif mendorong kelompok-kelompok separatis Sudan untuk melanjutkan kembali perundingan damai dengan pemerintah pusat Khartoum sesegera mungkin.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • konflik darfur
  • sejarah konflik darfur
  • peran pbb dalam konflik darfur
  • INTERVENSI PBB DI DARFUR SUDAN
  • sejarah darfur
  • Sejarah konflik sudan
  • konflik darfur sudan
  • Intervensi PBB di darfur
  • peran as dalam konflik sudan
  • peranan amerika serikat dalam konflik di sudan
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment