≡ Menu

Kepolisian dalam Kehidupan Pribadi Warga AS

Tatanan sosial Amerika semakin lama kian mendekat pada tatanan masyarakat polisi-keamanan. Pernyataan Direktur Intelejen Nasional AS, Donald Kerr baru-baru ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam struktur sosial dan gaya hidup di Negeri Paman Sam tersebut. Menurutnya, masyarakat Amerika harus mengubah cara pandangnya tentang kehidupan pribadi mereka. Masyarakat harus memiliki pandangan bahwa pemerintah perlu menjaga data-data finansial dan hubungan mereka. Pernyataan itu dikemukakan berbarengan dengan kesibukan para anggota kongres yang tengah menggodok draf revisi undang-undang kontrol intelejen asing yang ditetapkan pada tahun 1978. Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa penyadapan percakapan telepon warga hanya berlaku jika ada ijin dari pengadilan.

Pasca serangan 11 September 2001, pemerintah AS secara sepihak menggelar penyadapan percakapan telpon warganya. Menyusul instruksi Presiden AS George W. Bush, Dinas Keamanan Nasional AS dalam empat tahun terakhir telah menyimpan 300 juta percakapan telepon warga tanpa surat ijin. Saat ini, Gedung Putih tengah melobi para anggota kongres agar mereka menyetujui dihapusnya syarat ijin undang-undang penyadapan percakapan telpon. Kubu Demokrat yang pada awalnya menentang penghapusan syarat tersebut kini tampak mengendurkan otot bahkan cenderung mendukung usulan Gedung Putih.

Namun di sisi lain, berbagai lembaga swadaya masyarakat pendukung kebebasan hak-hak sipil dan sebagian besar pengacara di AS menentang niat Gedung Putih dan Kongres itu. Aksi tersebut dinilai sebagai penistaan terhadap hak-hak individu. Dalam definisi baru pemerintah AS soal keamanan, warga tidak akan memiliki rahasia yang akan meleset dari pantauan pemerintah. Lebih rincinya lagi, seluruh informasi tentang percakapan telepon, finansial, surat-surat, maupun transaksi dagang warga, akan dimonitor langsung oleh pemerintah.

Hal yang sangat merisaukan warga adalah ruang gerak yang cukup luas bagi pemerintah untuk menggunakan informasi dan data-data tersebut untuk menekan warga yang menentang pemerintah. Ini bukan kali pertama fenomena sosial dan hukum yang dilanggar pemerintah AS dengan menggunakan dalih pemberantasan terorisme. Bahkan pemerintah AS telah melegalkan penyiksaan dalam proses interogasi tersangka pelaku terorisme. Tidak hanya itu, hak para tahanan untuk memiliki pengacara pun dicerabut.

Dengan demikian, tidak lama lagi prediksi George Orwell dalam bukunya berjudul Nineteen Eighty-Four tentang kontrol penuh pemerintah terhadap hal paling sepele dalam kehidupan individu, akan terealisasi.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • Kehidupan polisi amerika
  • perspektif
  • kehidupan masyarakat amerika
  • kehidupan polisi di amerika
  • persfektif
  • uu penyadapan oleh kongres as
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment