≡ Menu

Ada Apa Dengan Perundingan Ehud Olmert dan Mahmoud Abbas?

Untuk kesekian kalinya, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert, bertemu dengan Pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas. Tampaknya, berlanjutnya perundingan kedua tokoh ini punya tujuan tersendiri dan Olmert menginginkan konsesi yang lebih dari Abbas. Padatnya pertemuan keduanya lebih dikarenakan semakin dekatnya konferensi yang diistilahkan Amerika sebagai konferensi perdamaian. Konferensi yang akan diadakan di Annapolis, Amerika, bertujuan untuk mengokohkan posisi Rezim Zionis Israel di kawasan Timur Tengah. Sampai saat ini, rezim paling rasial ini getol menggaet kelompok-kelompok Palestina mengiringi politik kejinya melenyapkan hak-hak bangsa Palestina.

Jelas, Amerika dan Rezim Zionis Israel berada di balik semua rencana ini, namun Mahmoud Abbas tetap melanjutkan pertemuannya dengan Olmert. Sementara itu, orang-orang Palestina telah berulang kali mengingatkan bahaya yang tengah mengintai di balik pertemuan itu. Dalam rangka melicinkan jalan menuju konferensi perdamaian yang akan diadakan di akhir bulan ini, Rezim Zionis Israel melakukan manuver baru. Dalam salah satu keputusannya, rezim rasial ini menjanjikan akan membebaskan 450 tawanan Palestina. Tidak cukup itu, Rezim Zionis Israel malah berjanji akan menghentikan pembangunan pemukiman zionis.

Bisakah janji rezim zionis ini dipegang? Di penjara-penjara rezim ini, ada sekitar 12 ribu tawanan Palestina mendekam di sana. Ditambah lagi dalam minggu-minggu terakhir ini, Rezim Zionis Israel menangkapi ratusan orang-orang Palestina. Janji yang diobralkan rezim ini tidak mengubah apa-apa, bahkan mungkin hanya menggilir orang-orang Palestina saja di penjara mereka. Janji membebaskan 450 tawanan Palestina hanya dalih untuk keluar dari tekanan opini dunia internasional dan yang lebih penting dari itu, perlawanan para pejuang gagah berani Palestina. Rezim Zionis Israel berharap manuvernya membebaskan sejumlah tawanan Palestina dipahami oleh dunia sebagai keseriusan rezim ini berdamai dengan Palestina. Dengan citra cinta damai, Rezim Zionis Israel telah mengamankan posisinya saat berhadapan dengan wakil Palestina. Berbeda dengan janji kedua, soal penghentian pembangunan pemukiman zionis, rezim ini malah aktif membangun pemukiman zionis di Tepi Barat Sungai Jordan. Hanya karena tekanan dunia yang membuat rezim ini terpaksa mengobral janji menghentikan proyek pembangunan itu.

Bila merunut masa lalu rezim ini yang tidak pernah mematuhi hukum internasional, maka sulit menerima rezim ini serius dengan janjinya. Bahkan, tujuan penghentian pembangunan itu hanya cara untuk memastikan bahwa tanah bangsa Palestina yang dijarah tetap berada di tangan mereka. Bagaimanapun juga, harus diyakini bahwa konspirasi keji baru tengah dirancang untuk menggilas hak-hak bangsa Palestina dalam bingkai bernama konferensi Annapolis. Sikap protes tokoh-tokoh politik dan keagamaan bersama-sama rakyat Palestina selama ini menunjukkan bahwa mereka yang hadir dalam konferensi itu sebagai pengkhianat perjuangan Palestina. Untuk mengantisipasi itu, persatuan ulama Palestina mengeluarkan fatwa haram mengakui Rezim Zionis Israel dan mempetieskan dokumen pemulangan pengungsi Palestina. Artinya, proses perdamaian yang tengah digagas tidak punya basis di tengah-tengah bangsa Palestina.
Lalu apa yang tengah diperjuangkan Abbas?

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • pemulangan tawanan palestina oleh israel
  • ada apa di palestina
  • dibalik pemulangan tahanan palestina oleh israel
  • konspirasi Ehud Olmert dan amerika
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment