≡ Menu

Peningkatan Angka Kejahatan Berbasis Rasial di Amerika

Data statistik Polisi Federal Amerika (FBI) mencatat kenaikan angka kejahatan berbasis rasial di negara Paman Sam ini. Dalam laporan terakhir yang dirilis FBI, pada tahun 2006 diumumkan terjadi sekitar 7722 kasus tindak kejahatan. Angka ini bila dibandingkan dengan data yang didokumentasikan pada tahun 2005 menunjukkan kenaikan sebesar 8 persen. Dari jumlah kasus di atas, setengahnya terkait dengan kejahatan yang berdasarkan rasial dengan perincian; 19 persen akibat diskriminasi agama, 16 persen adalah diskriminasi gender dan 12 persen lainnya terkait dengan diskriminasi etnis. Para pakar sosiologi menilai berlanjutnya situasi yang semacam ini akan memunculkan masyarakat yang timpang dan tersekat-sekat dalam berbagai ras.

Bila menengok kondisi etnis kulit hitam di Amerika, dapat dikatakan bahwa sikap rasial terhadap mereka punya sejarah yang cukup panjang. Reformasi dekade 60 an sampai saat ini belum mampu menjamin sempurna hak-hak golongan minoritas kulit hitam di Amerika. Sebagian pengamat sosial meyakini semangat rasial telah mencengkeram kuat berbagai lembaga politik Amerika, militer dan pendidikan. Dan secara transparan tindakan rasial ini dapat disaksikan dalam kinerja kepolisian dan pengadilan negara ini. Pada tahun lalu, kinerja petugas kepolisian dan hakim pengadilan daerah dalam kasus sekolah SMU Jana menjadi contoh parahnya kasus rasial masyarakat Amerika.

Kasus Sekolah SMU Jana berawal dari percekcokan yang terjadi antara seorang pelajar kulit putih dan kulit hitam. Pelajar kulit putih itu mengancam lawannya dengan menggantung sebuah tali di pohon yang disimpul bak tali yang dpersiapkan buat pesakitan hukuman mati. Masyarakat kulit hitam tidak dapat menerima penghinaan itu. Ironisnya, petugas polisi dan hakim pengadilan setempat bukannya menyikapi aksi rasial pelajar kulit putih, mereka malah memenjarakan pelajar kulit hitam. Tindakan petugas polisi dan hakim pengadilan tidak dapat diterima begitu saja. Organisasi-organisasi pembela hak-hak sipil geram dan buntutnya adalah unjuk rasa besar-besaran. Demonstrasi massa itu akhirnya menjadi isu nasional Amerika. Minggu lalu ribuan orang kulit hitam melakukan unjuk rasa di depan Kementerian Kehakiman Amerika di Washington. Mereka protes meningkatnya sikap rasial yang ditunjukkan petugas pemerintah.

Kini, Kejaksaan Agung Amerika mendapat ujian berat karena dituduh mendiamkan kasus-kasus dan aksi rasial di Amerika. Tentunya, diskriminasi yang dilakukan terhadap kulit berwarna di Amerika, khususnya kulit hitam, tidak terbatas pada data yang disebutkan di atas, namun telah menjadi pemandangan umum di Amerika. Dimulai dari kesempatan kerja, pendidikan sampai fasilitas kesehatan pun mereka diperlukan berbeda. Warga Amerika kulit berwarna biasanya hidup dalam kondisi miskin dan tidak punya pekerjaan. Mereka juga dikenal sebagai pemakai narkotika, penjahat dan yang lebih banyak mengisi penjara Amerika. Bila semua faktor ini dijejerkan dan ditambahkan kejahatan berbasis rasial, maka kondisi jutaan warga kulit berwarna di Amerika sangat memprihatinkan.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • contoh kasus diskriminasi ras
  • contoh diskriminasi ras
  • diskriminasi ras di amerika
  • contoh kasus diferensiasi ras
  • diskriminasi kulit hitam di amerika
  • contoh kasus ras
  • kasus ras di amerika
  • kasus diskriminasi ras
  • contoh kasus perbedaan ras di indonesia
  • contoh kasus perbedaan ras
{ 1 comment… add one }

Leave a Comment