≡ Menu

Bantuan Intelejensi AS Kepada Israel

Berbagai sumber pemberitaan mensinyalir berlanjutnya bantuan dan support AS terhadap anarkisme Rezim Zionis Israel di kawasan Timur Tengah. Baru-baru ini terungkap berita bahwa AS telah memberikan informasi intelejen soal sistem pertahanan udara Suriah kepada militer Rezim Zionis Israel tiga bulan sebelum dan pada saat serangan pesawat tempur Zionis menyusup ke zona udara Suriah. Dengan menggunakan informasi tersebut, pesawat tempur Zionis dapat menghindar dari sistem radar maupun sistem pertahanan rudal Suriah. Hal itu diupayakan agar jet-jet tempur Zionis itu muncul bak siluman dan sukses melancarkan serangannya ke Suriah. Namun ternyata sistem pertahanan udara Suriah bertindak lebih gesit setelah berhasil mendeteksi penyusupan jet-jet tempur Zionis. Akibatnya, pesawat tempur Israel itu terpaksa melarikan diri sebelum berhasil melancarkan serangan.

Sekali lagi, AS dan Rezim Zionis Israel salah memperhitungkan kemampuan negara-negara yang secara tegas menyatakan siap menghadapi serangan pihak asing. Adapun terungkapnya bantuan intelejen AS dalam serangan Israel ke Suriah, selain menguak berlanjutnya politik konfrontatif Gedung Putih terhadap negara-negara regional, melainkan juga dukungan penuh Washington terhadap politik bengis Tel Aviv. Yang pasti, seluruh agresi Rezim Zionis di kawasan baik terhadap Suriah maupun dalam perang selama 33 hari di Lebanon, telah mendapat persetujuan terlebih dahulu dari AS.

Propaganda, agitasi, represi, dan agresi Rezim Zionis Israel, terhadap Lebanon misalnya, membuktikan bahwa Rezim agresor itu bahkan tidak mampu meredupkan resistensi para pejuang Hizbullah, meski telah didukung penuh oleh AS. Padahal yang dihadapi Israel selama 33 hari di Lebanon hanya sebuah gerakan yang pastinya tidak memiliki kuantitas dan kualitas persenjataan seperti yang dimiliki Israel. Di Lebanon saja, Israel gagal mencapai tujuannya, bahkan menderita kerugian besar. Lantas Rezim ini terus sesumbar akan menyerang negara-negara yang dianggapnya menjadi ancaman seperti Suriah dan Iran. Jelas bahwa koordinasi dan sistem pertahanan dua negara itu lebih rapih dan solid daripada Gerakan Hizbullah Lebanon. Pertanyaannya, mampukah Israel membuktikan klaimnya itu?

Pada hakikatnya, yang terpenting bagi Israel adalah bagaimana caranya untuk tetap eksis. Jika Tel Aviv hanya berdiam diri, tak ayal bangsa Palestina dan negara-negara penentang keberadaannya akan bergeliat mencongkel Israel dari Timur Tengah. Maka satu-satunya cara adalah dengan terus melancarkan agitasi, ancaman, bahkan serangan, agar penolakan regional itu tidak menggelembung hingga dapat mempersempit ruang gerak Israel. Namun secara tidak langsung, aksi-aksi Rezim Zionis sendiri pada akhirnya akan memicu hal itu terjadi.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • Mampukah iran hadapi israel
  • mampukah suriah menghadapi serangan AS com
  • mampukah iran menghadapi serangan israel
  • mampukah iran sekarang menghadapi israel
  • mampukah as menyerang suriah
  • mampukah suriah menyerang israel
  • Mampukah rudal iran sampai israel
  • Mampukah rudal iran menghindar dari radar israel
  • Mampukah pesawat tempur iran menyerang israel
  • mampukah pesawat tempur iran menghadapi pesawat israel
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment