≡ Menu

Liburan Musim Dingin Kepala-Kepala Negara di Annapolis

Satu-satunya kesempatan liburan musim dingin ke Amerika bagi kepala-kepala negara dunia dilakukan dengan alasan mengikuti konferensi Annapolis. Koran Rezim Zionis Israel Haaretz sekaitan dengan masalah ini menulis, “Tahun depan tidak akan ada perdamaian abadi antara Palestina-Israel.”

Pernyataan pedas yang tertuang dalam koran Haaretz itu berdasarkan kenyataan, lemahnya posisi kepala negara tiga negara; Amerika, Rezim Zionis Israel dan Otoritas Palestina. Kita lihat George W. Bush, Presiden Amerika saat ini berada dalam posisi sangat lemah di mata dunia maupun di dalam negeri Amerika. Pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, terhitung pemimpin paling lemah dalam sejarah perjuangan bangsa Palestina. Terlebih lagi setelah mengkudeta pemerintahan Hamas yang dipilih oleh rakyat Palestina. Sementara Ehud Olmert, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel yang terbelit skandal besar keuangan dan politik. Posisinya sangat lemah dibandingkan pemimpin-pemimpin sebelumnya rezim ini. Dalam posisi yang lemah ini, ketiga kepala negara ini menjadi aktor utama konferensi yang diistilahkan Amerika sebagai konferensi perdamaian ini. Semua ini dipersulit setelah Uni Eropa sampai saat ini belum mengambil kebijakan independen soal konferensi ini. Uni Eropa masih tetap mengekor politik Bush.

Kenyataan ini membuat media-media Rezim Zionis Israel pesimis dengan hasil konferensi Annapolis. Secara transparan mereka menyebutkan konferensi ini tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebagai contoh, koran Haaretz menulis tentang sikap ekspansif Rezim Zionis Israel yang tergesa-gesa membangun pemukiman baru zionis di tanah Palestina. Di sisi lain, koran ini juga mengisyaratkan lemahnya posisi Mahmoud Abbas, Pemimpin Otoritas Palestina, yang mengorbankan hak-hak rakyat Palestina, namun masih tetap tidak dapat mewujudkan perjanjian damai dengan Rezim Zionis Israel. Ada hal menarik bila disimak dari artikel yang dimuat oleh koran Haaretz. Disebutkan bahwa para pakar dan pengamat politik serta kepala-kepala negara dunia, khususnya para politikus Rezim Zionis Israel, Amerika dan Palestina tahu betul bahwa konferensi Annapolis hanya sebuah acara ramah-tamah yang tidak akan menghasilkan apa-apa. Sebuah konferensi yang sejak awal telah diyakini gagal menciptakan perdamaian.

Bila mereka meyakini hal yang demikian, lalu apa yang membuat mereka bersikeras mengadakan konferensi ini? Jawabannya kembali pada Rezim Zionis Israel. Konferensi ini bagi mereka sebuah kesempatan baru untuk keluar dari krisis isolasi yang selama ini membelit mereka. Rezim Zionis ingin menghapus citranya sebagai pengacau ketenangan, perdamaian dan keamanan Timur Tengah. Itulah mengapa rakyat negara-negara Islam dan Arab mempertanyakan pemimpin mereka, apa alasan yang memaksa mereka untuk menyatakan kesiapannya hadir dalam konferensi Annapolis? Terlebih lagi, setelah Rezim Zionis Israel sendiri telah menyatakan konferensi ini tidak akan menghasilkan apa-apa, mengapa para pemimpin Arab berlomba-lomba menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam konferensi Annapolis? Anda punya jawabannya?

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • artikel awal kepemimpinan negara di dunia
  • kepala@kepala
  • liburan musim dingin di amerika
  • musim dingin di sudan
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment