≡ Menu

Tujuan Amerika Gagas Konferensi Annapolis

Hari ini, Kota Annapolis di negara bagian Maryland menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi yang disebut Konferensi Perdamaian Timur Tengah. Direncanakan dalam konferensi ini akan dibicarakan beberapa agenda penting. Di antaranya pembentukan negara merdeka Palestina dan pengakuan resmi Rezim Zionis Israel oleh sebagian negara-negara Arab. Dalam sidang tingkat Menteri Luar Negeri negara-negara Arab dan Rezim Zionis Israel, Presiden Amerika, George W. Bush, Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Ehud Olmert dan Pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, diagendakan turut menghadiri sidang itu.

Presiden Amerika, George W. Bush, sehari sebelum dibukanya konferensi Annapolis, berusaha keras meyakinkan agar dunia tidak terlalu berharap keberhasilan konferensi ini. Namun, ia tetap menaruh harapan banyak dari hasil konferensi ini. Sekalipun tetap menegaskan bahwa cukup sulit bagi kedua belah pihak untuk menyepakati perdamaian. Mayoritas pengamat politik meyakini konferensi Annapolis tidak berbeda jauh dengan perundingan-perundingan sebelumnya seperti konferensi Madrid, Oslo, Kamp David, dan Way River sejak 15 tahun lalu tidak memberikan hasil nyata. Sikap pesimis ini juga dapat dibaca dari pernyataan pejabat-pejabat Otoritas Palestina atau Rezim Zionis Israel. Mereka sama punya keyakinan bahwa konferensi Annapolis tidak dapat menyelesaikan krisis asli Palestina.

Presiden Amerika, George W. Bush, dan jajarannya memerlukan sebuah proyek prestisius di Timur Tengah sebelum meninggalkan Gedung Putih. Proyek itu bernama konferensi yang dipublikasikan bertujuan damai di Annapolis. Padahal semua tahu berbarengan dengan pelaksanaan konferensi ini, politik ekspansif dan invasi militer Rezim Zionis Israel belum ditemukan adanya perubahan apapun. Bush berbicara soal pendirian negara Palestina merdeka, sementara pada saat yang sama Rezim Zionis Israel menekankan pendudukan abadi Baitul Maqdis sekaligus melanjutkan proyek pembangunan dinding pemisah di kawasan Palestina di daerah Tepi Barat Sungai Jordan. Belum lagi rezim terkutuk ini mengembargo satu setengah juta rakyat Palestina di Gaza. Bila didiamkan, di Jalur Gaza bakal terjadi tragedi kemanusiaan. Oleh karenanya, berunding dengan penjajah yang didukung oleh dunia internasional, khususnya Amerika, tidak akan pernah berhasil. Bangsa Palestina dan negara-negara Arab menentang keras perundingan Annapolis. Ini membuat visi perdamaian Timur Tengah yang dicita-citakan Amerika tidak diterima di sana.

Dukungan besar rakyat Palestina terhadap pemerintah persatuan nasional Palestina di bawah kepemimpinan Ismail Haniyah menjadikan Mahmoud Abbas tidak punya kekuatan. Mahmoud Abbas tidak dapat dijadikan wakil resmi bangsa Palestina untuk melakukan perundingan dengan Rezim Zionis Israel. Bahkan, penandatangan kontrak yang dilakukan sebelumnya oleh Mahmoud Abbas tidak membawa perdamaian dan ketenangan di kawasan. Di sini, pemenang dari kehadiran negara-negara Arab di meja perundingan dengan Rezim Zionis Israel adalah Amerika. Tujuannya cuma satu, konferensi ini harus bisa mendongkrak kegagalan Amerika di Irak, Afghanistan dan Lebanon. Believe It Or Not!

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • konferensi annapolis 2007
  • konferensi annapolis
  • tujuan negara amerika
  • isi konferensi annapolis 2007
  • Isi Konferensi annapolis
  • hasil konferensi annapolis 2007
  • isi konferensi anapolis
  • konferensi anapolis 2007
  • perjanjian annapolis
  • Perundingan Annapolis 2007
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment