≡ Menu

Annapolis: Konferensi Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Konferensi perdamaian Annapolis ala AS dihadiri oleh puluhan negara dan lembaga-lembaga internasional. Konferensi internasional ini ditutup dengan kesimpulan akan dilanjutkannya perundingan antara Ehud Olmert dan Mahmoud Abbas. Presiden Amerika dalam pidato pembukaannya mengumumkan bahwa konferensi Annapolis bertujuan membentuk negara Palestina merdeka. Namun, saat menutup acara ia menyatakan, konferensi ini hanya sekedar batu loncatan awal bagi perundingan Palestina-Israel. Pernyataan bahwa kedua belah pihak (Palestina-Israel) akan memulai perundingan menunjukkan perundingan Annapolis sebagai titik mundurnya proses perundingan selama ini.

Dunia tahu bahwa Rezim Zionis Israel selalu meminta waktu untuk melepaskan diri dari tanggung jawab dan mengkhianati segala perjanjian dan hukum internasional agar masalah yang dihadapinya berlalu begitu saja seiring waktu. Kenyataan ini sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB bernomor 242 dan 338 yang berisikan penarikan mundur tanpa syarat tentara Rezim Zionis Israel dari tanah Palestina pendudukan; Tepi Barat Sungai Jordan, Jalur Gaza, dan Baitul Maqdis. Bertahun-tahun telah lewat dan resolusi DK PBB terhadap Rezim Zionis Israel hanya menghuni arsip PBB. Perjanjian Oslo, Gaza-Jericho, Maryland dan yang terakhir Peta Jalan tidak pernah digubris oleh Rezim Zionis Israel. Semua data yang ada ini menunjukkan bagaimana dengan tanpa beban mereka melanggar perjanjian yang mereka teken sendiri.

Mencermati semua ini, perundingan Annapolis dapat dikatakan termasuk daftar kegagalan Amerika. Pengalaman membuktikan, selama Amerika dan Rezim Zionis Israel berbicara soal perdamaian, pada saat yang sama, di Palestina pendudukan, buldozer-buldozer rezim ini sedang melakukan aksinya menggusur pemukiman Palestina. Semakin cepat menjarah rumah-rumah orang Palestina, rezim paling rasial di dunia ini lebih mudah dan cepat membangun pemukiman zionis dan tembok pemisah.

Gedung Putih terlalu bermimpi bila mengkhayalkan dengan hiruk-pikuk khas Holywood yang dipentaskan di Annapolis, konflik yang telah berakar selama 60 tahun di Timur Tengah dapat diselesaikan. Siapa saja meyakini, 6 dekade menduduki Palestina dan mengobarkan perang di Timur Tengah berdampak sangat merusak dan tidak dapat diperbaiki. Selama ini, Amerika belum pernah mengambil langkah signifikan untuk mewujudkan perdamaian yang adil. Dan Annapolis satu lagi dari upaya lipstik Amerika mengelabui dunia. Bila politik Amerika memang demikian dan dapat diduga sejak sebelumnya, apa yang didapatkan oleh kepala-kepala negara Arab yang hadir dalam perundingan itu? Mereka kembali dengan tangan hampa dan rakyat mereka tetap mempertanyakan alasan kehadiran mereka.

Jelas, pintu-pintu perdamaian tidak ada yang terbuka di Annapolis. Sementara itu, Mahmoud Abbas telah melacurkan dirinya untuk mendapat konsesi dari pihak Rezim Zionis Israel, sehingga setidak-tidaknya ia dapat mengembalikan hak-hak rakyat Palestina. Namun, seperti yang disampaikan oleh para pemimpin Hamas, sejarah dan identitas Palestina tidak dapat berubah dengan penandatanganan sebuah dokumen dan seorang yang ditentukan oleh penjajah Rezim Zionis Israel tidak berlaku bagi bangsa Palestina.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • kesimpulan jamaluddin al afghani
  • konferensi annapolis
  • abatasya net
  • perundingan annapolis
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment