≡ Menu

Konferensi Nasional Pertama Ulama Syiah dan Sunni di Irak

Tak kurang 200 ulama Syiah dan Sunni Irak menghadiri konferensi nasional ulama Irak pertama yang digelar di kota Najaf. Mereka adalah para delegasi dari kelompok Syiah Irak, Kurdistan, dan para ulama dari kota Baghdad, Basrah, Nasiriah, Kut, dan Diwaniah.

Di sela-sela konferensi itu, delegasi ulama Ahli Sunnah melakukan pertemuan terpisah dengan Ayatollah Sayyid Ali Sistani, Marji’ Syiah terbesar Irak. Syeikh Khalid Al-Mala’, Ketua Ulama Ahli Sunnah Irak Selatan, setelah bertemu dengan Ayatollah Sayyid Ali Sistani, ia meminta seluruh ulama dunia Islam mengutuk aksi-aksi kekerasan di Irak. Ia menegaskan, pernyataan yang dikeluarkannya itu merupakan pesan Najaf Asyraf dan Ayatollah Sistani.

Konferensi pertama ulama Syiah dan Ahli Sunnah Irak dilaksanakan dengan tujuan mengokohkan persatuan dan kesatuan Irak. Saat ini, Irak berada dalam kondisi sulit. Negara Irak dikuasai dan diduduki oleh pasukan pendudukan. Dengan melihat kondisi ini, Irak sangat membutuhkan persatuan dan kesatuan. Selain punya masalah yang muncul dari berlanjutnya kehadiran tentara pendudukan di Irak, negara ini juga punya masalah dengan kelompok-kelompok dalam negeri. Kelompok-kelompok ini mendapat suport dana dari Amerika. Imbalannya, Amerika meminta mereka untuk mewujudkan perselisihan, pertikaian dan kekacauan di Irak. Sebenarnya, kedekatan antara para tokoh-tokoh politik, khususnya ulama Syiah dan Sunni tetap terjalin baik. Dan ini dapat menjadi pendukung kuat bagi pemerintahan terpilih Nouri Al-Maliki.

Menurut pengamat politik, posisi strategis tokoh-tokoh keagamaan di Irak dapat mengambil peran signifikan dalam perubahan politik Irak. Sampai saat ini, kalangan politisi dunia mengakui, pedoman-pedoman yang diberikan Ayatollah Sistani kepada seluruh tokoh-tokoh politik dan pejabat negara mampu membuka kebuntuan politik selama ini. Satu kesamaan antara para pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh agama adalah semua merasa perlu mewujudkan persatuan di tengah-tengah masyarakat Irak yang beragam. Terlebih lagi, di tengah-tengah ancaman musuh yang mengintai dari segala sisi. Mayoritas pengamat politik menilai pelaksanaan konferensi nasional pertama ulama Syiah dan Ahli Sunnah sebagai pertanda baik. Konferensi ini menjadi tonggak baru dalam mewujudkan skala prioritas yang harus dilaksanakan oleh pemerintah terpilih Irak.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • konferensi syiah 2007 di irak
  • ulama syiah lebanon
  • tokoh sunni irak
  • syiah dan sunni tidak menghadiri konferensi
  • semua pejabat irak adalah syiah
  • sayyid ali sistani
  • pedoman syiah
  • negeri diwaniah
  • konferensi ulama sunni dunia
  • konferensi ulama dunia tentang syiah
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment