≡ Menu

Pernyataan Tegas Nuri Maliki Kejutkan AS

Perdana Menteri Irak Nuri Maliki menegaskan bahwa ada hambatan besar yang menghalangi penandatanganan pakta keamanan Irak-AS. Dalam sebuah jumpa pers, Maliki mengungkapkan bahwa tenggat waktu bagi tim perunding AS untuk menjawab prakarsa yang diajukan Irak sudah berakhir, dan nampaknya pihak AS tidak bersedia memenuhi tuntutan Irak. Karenanya, tegas Maliki, tidak ada penandatanganan perjanjian keamanan Baghdad-Washington.

PM Irak menjelaskan bahwa antara Irak dan AS ada perbedaan pendapat yang sangat tajam menyangkut draft pakta keamanan khususnya berkaitan dengan kekebalan hukum bagi tentara AS yang bertugas di Irak. Sikap tegas Nuri Maliki dalam masalah perjanjian keamanan ini dan komitmennya yang tinggi dalam membela kepentingan bangsa dan kedaulatan negaranya, membuat berang Washington. Sebenarnya sikap Maliki ini tak lebih dari tuntutan rakyat Irak secara umum yang memandang pakta kesepakatan itu dengan prihatin dan cemas.

Rakyat, kalangan politik, dan para ulama Irak sebelum ini telah menyampaikan penentangan mereka terhadap pakta keamanan Irak-AS. Menurut mereka kesepakatan ini jelas-jelas menistakan kedaulatan nasional Irak dan kemerdekaannya. Pasalnya, dalam draft kesepakatan itu tercantum beberapa poin yang di masa mendatang dapat memasung kemerdekaan Irak sebagai sebuah bangsa dan negara. Salah satu poin yang ditentang luas adalah terkait soal masa kehadiran pasukan AS di Irak dan kekebalan hukum bagi tentara AS yang tentu saja bertentangan dengan kepentingan nasional dan konstitusi Irak.

Tak heran jika lantas Perdana Menteri Nuri Maliki mendesak dilakukannya perubahan dalam draft itu dan penyesuaiannya dengan konstitusi dan azas kedaulatan Irak. Namun desakan Maliki itu tidak digubris oleh Washington. AS, yang dalam hal ini diwakili oleh pemerintahan George W. Bush berusaha meloloskan draft kesepakatan keamanan dengan Irak tanpa harus menuruti desakan dan tuntutan pemerintah dan rakyat Irak. Untuk itu, Gedung Putih melakukan berbagai hal dari melobi sekutu-sekutunya hingga melakukan intimidasi terhadap pemerintah Irak. Tujuannya agar pakta keamanan yang menguntungkan AS dan merugikan Irak itu bisa segera ditandatangani.

Nampaknya Bush dan para penasehatnya masih belum bisa membaca kondisi di Irak. Di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam itu, ulama punya posisi dan kedudukan yang penting. Jika para ulama khususnya para marji Syiah sebagai pemimpin spiritual mayoritas warga Irak mendesak untuk memproritaskan kepentingan nasional dalam kesepakatan keamanan dengan AS, maka tak ada jalan bagi pemerintah kecuali mengikuti seruan para ulama. Alasannya jelas, bahwa ulama dan rakyat adalah penopang utama pemerintahan Maliki.

Sumber: IRIB bahasa Indonesia.

Incoming search terms:

  • kepentingan nasional irak
  • kepentingan nasonal dari irak#hl=id
  • mail prakarsa-rakyat org
  • mail prakarsa-rakyat org loc:US
{ 0 comments… add one }

Leave a Comment