Tragedi Karbala

Thursday, 19 February 2009 · 8 comments

in Pustaka

Pertengahan abad pertama Hijriah, yaitu masa pasca kekhalifahan Abu Bakar bin Abu Quhafah, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Imam Ali bin Thalib, Muawiyah yang tadinya menjabat gubernur Syam (Suriah) atas pilihan Utsman bin Affan mengangkat dirinya sebagai khalifah setelah berhasil menyingkirkan khalifah yang sah, Imam Hasan bin Ali yang menggantikan Imam Ali dan berbasis di Madinah.

Ketika Muawiah Bin Abi Sufyan menemui ajalnya, anaknya yang bernama Yazid menggantikan kedudukannya di atas singgasana khalifah yang saat itu sudah benar-benar menyerupai kerajaan tiran dan sarat ironi. Seperti ayahnya, karena naik tanpa restu umat dan syariat, Yazid mencari baiat dengan cara paksa dari umat. Di pihak lain, sebagai tokoh yang paling berpengaruh di tengah umat, putera Fatimah Azzahra dan cucu tercinta Rasul, Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib yang tinggal di Madinah, diincar oleh Yazid. Beliau dikirimi surat dan pesan agar memilih satu diantara dua pilihan; baiat kepada Yazid atau mati.

Saat menolak pilihan pertama, baiat, Imam Husain tiba-tiba diserbu ribuan surat dari penduduk Kufah, Irak. Mereka menyatakan siap mengadakan perlawanan bersenjata atas Yazid bin Muawiyah dan membaiat Imam Husain sebagai khalifah dengan syarat beliau datang ke Kufah untuk mengoordinasi dan mengomandani pasukan perlawanan. Tadinya Imam keberatan memenuhi ajakan itu karena orang Kufah sudah lama beliau ketahui sulit dipegang janjinya.

Tulisan selengkapnya:

Tragedi Karbala Downloads: 12899 times

Incoming search terms:

  • karbala
  • tragedi karbala
  • peristiwa karbala
  • KARBALAH
  • karbala tragedy
  • peristiwa karbalah
  • tragedi karbala versi sunni
  • sejarah tragedi karbala
  • sejarah peristiwa karbala
  • tragedi karbalah
Be Sociable, Share!

{ 7 comments… read them below or add one }

markesot December 18, 2009 at 17:40:27

Parah parah parah parah ………. ngk ngerti sejarah … ng tau cara nulis, mau nulis seenaknya … ngaca dulu baru postingin

Reply

alamdar December 18, 2009 at 20:08:21

markesot….klo comment jangan sotoy, ngaca dari sejarah-kalian semua sudah dibutakan oleh rezim yang mengatasnamakan ke khalifahan islam.
kalian dibuat “buta…tuli…dan bisu, sungguh tiadalah kalian akan kembali”

Reply

Martopo December 27, 2009 at 16:59:13

@Markesot
Baca di buku2 sejara karya Sunni, seperti At-Thabari. Syafi;i Muhammad ketua PP Muhammadiyah dulu, juga mengakui bahwa peradaban Islam dibangun di atas darah, merujuk pada peristiwa Karbala. Sejarah selalu jadi milik penguasa. Semoga Allah membuka mata hatimu (jika kamu menilai dengan obyektif sebelumnya, itu syaratnya).

Reply

Jihad Ali June 24, 2010 at 20:57:42

Siapa yang buta hati tidak akan merasakan betapa penderitaan Keluarga Nabiyullah saw yang diwajibkan atas kita untuk bershalawat pada mereka

Reply

raju July 7, 2010 at 15:10:52

klo gk tau jelas gk usah cerita

Reply

oke.com July 16, 2010 at 18:56:09

yang paling penting beriman dan percaya hanya kepada ALLAH dan RASUL Nya (Muhammad) kalo yang laen ng penting…….

Reply

daljono Haryo Waton Kerso July 24, 2010 at 12:57:50

Tengok saja dampak yang ada di masa ini, negara negara islam di dunia saling bermesraan dengan barat diantaranya mesir, saudi, malaysia, indonesia,dll. Adakah anda menemukan negara yang benar benar menjalankan aturan2 islam? jawabnya adalah hanya Iran saja yg benar2 menjalankan aturan2 islam tanpa melakukan kerja sama dengan negara2 kafir

Reply

Leave a Comment

{ 1 trackback }

Previous post:

Next post: