Pertengahan abad pertama Hijriah, yaitu masa pasca kekhalifahan Abu Bakar bin Abu Quhafah, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Imam Ali bin Thalib, Muawiyah yang tadinya menjabat gubernur Syam (Suriah) atas pilihan Utsman bin Affan mengangkat dirinya sebagai khalifah setelah berhasil menyingkirkan khalifah yang sah, Imam Hasan bin Ali yang menggantikan Imam Ali dan berbasis di Madinah.
Ketika Muawiah Bin Abi Sufyan menemui ajalnya, anaknya yang bernama Yazid menggantikan kedudukannya di atas singgasana khalifah yang saat itu sudah benar-benar menyerupai kerajaan tiran dan sarat ironi. Seperti ayahnya, karena naik tanpa restu umat dan syariat, Yazid mencari baiat dengan cara paksa dari umat. Di pihak lain, sebagai tokoh yang paling berpengaruh di tengah umat, putera Fatimah Azzahra dan cucu tercinta Rasul, Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib yang tinggal di Madinah, diincar oleh Yazid. Beliau dikirimi surat dan pesan agar memilih satu diantara dua pilihan; baiat kepada Yazid atau mati.
Saat menolak pilihan pertama, baiat, Imam Husain tiba-tiba diserbu ribuan surat dari penduduk Kufah, Irak. Mereka menyatakan siap mengadakan perlawanan bersenjata atas Yazid bin Muawiyah dan membaiat Imam Husain sebagai khalifah dengan syarat beliau datang ke Kufah untuk mengoordinasi dan mengomandani pasukan perlawanan. Tadinya Imam keberatan memenuhi ajakan itu karena orang Kufah sudah lama beliau ketahui sulit dipegang janjinya.
Tulisan selengkapnya:
{ 3 comments… read them below or add one }
Parah parah parah parah ………. ngk ngerti sejarah … ng tau cara nulis, mau nulis seenaknya … ngaca dulu baru postingin
markesot….klo comment jangan sotoy, ngaca dari sejarah-kalian semua sudah dibutakan oleh rezim yang mengatasnamakan ke khalifahan islam.
kalian dibuat “buta…tuli…dan bisu, sungguh tiadalah kalian akan kembali”
@Markesot
Baca di buku2 sejara karya Sunni, seperti At-Thabari. Syafi;i Muhammad ketua PP Muhammadiyah dulu, juga mengakui bahwa peradaban Islam dibangun di atas darah, merujuk pada peristiwa Karbala. Sejarah selalu jadi milik penguasa. Semoga Allah membuka mata hatimu (jika kamu menilai dengan obyektif sebelumnya, itu syaratnya).