<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abatasya Islamic Website &#187; Kajian</title>
	<atom:link href="http://abatasya.net/category/kajian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abatasya.net</link>
	<description>dedicated to the Most Noble Messenger Muhammad and to the people of his household, the Ahlul Bayt, salutations and peace be upon them all</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 May 2010 05:09:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Islam Tidak Anarkis dan Tidak Pluralis</title>
		<link>http://abatasya.net/2006/01/25/islam-tidak-anarkis-dan-tidak-pluralis/</link>
		<comments>http://abatasya.net/2006/01/25/islam-tidak-anarkis-dan-tidak-pluralis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2006 04:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abatasya.net/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Saya sungguh sangat prihatin melihat ulah sekelompok muslimin yang telah melakukan tindakan tak-terpuji terhadap penganut agama lain dan mengorbankan rakyat sipil tak-berdosa dengan dalih jihad. Mereka telah menampilkan Islam sebagai agama teror. Jelas, ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Allah SWT berfirman: &#8220;Dan tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad), kecuali menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saya sungguh sangat prihatin melihat ulah sekelompok muslimin yang telah melakukan tindakan tak-terpuji terhadap penganut agama lain dan mengorbankan rakyat sipil tak-berdosa dengan dalih jihad. Mereka telah menampilkan Islam sebagai agama teror. Jelas, ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, yang merupakan rahmat bagi alam semesta. Allah SWT berfirman: &#8220;<em>Dan tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad), kecuali menjadi rahmat bagi alam semesta.&#8221;</em> (QS. al-Anbiya: 107).</p>
<p>Namun di sisi lain, Islam juga tidak mengajarkan pluralisme dalam pengertian bahwa semua faham atau keyakinan adalah benar. Dengan kata lain, Islam melakukan <em>truth claim</em> (klaim kebenaran) terhadap dirinya. Dan hal ini tidak semestinya dipertentangkan dengan isu toleransi. Karena keduanya memiliki terminologi yang berbeda.</p>
<p><span id="more-75"></span></p>
<p>Dalam <a title="Islam" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> dikenal istilah <em>Akidah</em>, yaitu keyakinan yang diyakini sebagai kebenaran setelah melalui proses berpikir, mengkaji, dan menguji. Dalam terminologi ini, seorang yang mengaku sebagai muslim semestinyalah meyakini secara tegas bahwa keyakinannya adalah yang benar. Al-Qur&#8217;an sendiri menegaskan hal ini: &#8220;<em>Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.</em>&#8221; (QS. Ali Imran: 85).</p>
<p>Tak hanya Islam, dalam agama Nasrani juga dikenal <em>truth claim</em>. Sebagaimana yang tertuang dalam <a title="Dominus Jesus" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dominus_Jesus">Dominus Jesus</a>‌, yang diterbitkan oleh <a title="Vatikan" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Holy_See">Vatikan</a> pada tahun 2001, yang berisi penolakan terhadap <a title="Pluralisme Agama" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Religious_pluralism">pluralisme agama</a> dan menegaskan kembali bahwa <a title="Yesus Kristus" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jesus_Christ">Yesus Kristus</a> adalah satu-satunya pengantaran keselamatan Ilahi dan tidak ada orang yang bisa ke <em>Bapa</em> selain melalui Yesus.</p>
<p><em>Truth claim</em> merupakan keniscayaan akal. Tanpa <em>truth claim</em>, manusia akan terjerumus dalam kemunafikan, karena ia akan membenarkan semua keyakinan meskipun saling bertentangan. Bahkan ketika seorang pluralis menolak <em>truth claim</em>, maka faham pluralis yang dianutnya menjadi tak berarti lagi dan pada hakikatnya ia anti-pluralisme.</p>
<p>Selain itu, dalam Islam dikenal pula istilah <em>Akhlak</em>, yang selain berbicara tentang potensi jiwa manusia, juga berbicara tentang adab (perilaku mulia). Dalam terminologi ini, seorang muslim mesti bersikap toleran terhadap penganut keyakinan yang berbeda dengan dirinya. Sebagaimana yang ditegaskan dalam <a title="Al Qur'an" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Qur%27an">Al-Qur&#8217;an</a> bahwa kaum muslimin mesti mensikapi perbedaan dengan cara-cara mulia, yang berbunyi: &#8220;<em>Janganlah kalian berdebat dengan kaum Ahlul Kitab, kecuali dengan cara yang terbaik.&#8221;</em>‌ (QS. al-Ankabut: 46) dan &#8220;<em>Tidak ada paksaan dalam beragama.</em>&#8221; (QS. al-Baqarah: 256).</p>
<p>Peristiwa Mubahalah Kaum Nasrani Najran (tahun ke-9H) merupakan contoh terbaik yang menegaskan asumsi-asumsi di atas, bila kita melihatnya secara utuh dan tidak sepotong-sepotong. Peristiwa ini diawali dengan surat <a title="Muhammad S.A.W.W" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muhammad">Nabi Muhammad saww</a> kepada otoritas Nasrani di <a title="Najran" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Najran_Province">Najran</a> (sebuah daerah di perbatasan <a title="Hijaz" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hijaz">Hijaz</a> dan <a title="Yaman" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yemen">Yaman</a>). Kemudian kaum Najran mengirimkan utusan untuk menemui Beliau saww, yang saat itu sedang berada di <a title="Masjid Nabawi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Masjid_al-Nabawi">Masjid Nabawi</a>. Para utusan tersebut pergi dengan mengenakan pakaian sutera, cincin emas, dan kalung <a title="Salib" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christian_cross">salib</a>. Ketika mereka memasuki <a title="Masjid" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mosque">masjid</a>, Nabi saww menghendaki agar mereka memakai pakaian sederhana dan melepaskan perhiasan mereka. Nabi saww pun menyambut mereka dengan hormat dan hangat. Namun sebelum dialog dimulai, para utusan tersebut mengatakan bahwa waktu berdoa mereka telah tiba. Nabi saww pun mengijinkan mereka beribadah di dalam masjid, namun dengan menghadap ke timur. Setelah mereka selesai beribadah, barulah Nabi saww berdialog dengan mereka dengan cara-cara yang mulia, santun, dan ilmiah.</p>
<p>Dari kisah sejarah ini terlihat bahwa Nabi Muhammad saww telah melakukan <em>truth claim</em> dengan menyeru kaum Nasrani Najran agar menyembah Allah. Namun beliau saww bersikap toleran kepada mereka, dengan mewujudkan seruan tersebut dalam bentuk dialog ilmiah, yang disertai pula dengan sikap mulia dan santun. Beliau saww juga bersikap toleran, dengan mengijinkan mereka beribadah di masjid dan menunggu hingga mereka selesai melakukan ibadah. Namun beliau saww juga bersikap tegas, ketika menghendaki mereka agar menanggalkan atribut kemewahan saat memasuki masjid dan meminta mereka untuk menghadap ke timur &#8211;mungkin maksudnya agar tidak menghadap ke arah <a title="Ka'bah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kaaba">Ka&#8217;bah</a>&#8211; saat mereka hendak beribadah.</p>
<p>Dengan demikian, Islam pada hakikatnya merupakan agama yang tegas namun tidak despotik dan anarkis, toleran namun tidak pluralis. <em>Wallahu A&#8217;lam</em>.</p>
<p>Wassalaam,<br />
Muh. Anis<br />
(Penulis)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>anarkisme dalam islam</li><li>anarkis menurut islam</li><li>anarkisme menurut islam</li><li>islam dan pluralisme</li><li>cara mewujudkan pluralisme menurut jamaludin al afgani</li><li>istilah lain anarkis?</li><li>istilah truth claim</li><li>kajian</li><li>nasrani dari najran</li><li>abatasya islamic</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abatasya.net/2006/01/25/islam-tidak-anarkis-dan-tidak-pluralis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mitos The Promised Land Israel</title>
		<link>http://abatasya.net/2006/01/25/mitos-the-promised-land-israel/</link>
		<comments>http://abatasya.net/2006/01/25/mitos-the-promised-land-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jan 2006 03:53:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abatasya.net/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Tanah yang dijanjikan (the promised land) adalah isu utama yang digunakan sebagai dalih dalam menggalang gerakan Zionisme dan menegakkan Negara Yahudi (the jewish state) yang digagas oleh Theodore Hertzl. Isu inilah yang kemudian dijadikan alasan untuk mengagresi tanah Palestina, mengusir warganya, dan melakukan pembantaian demi pembantaian hingga detik ini. Kebohongan semacam inilah yang seringkali dijadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Tanah yang dijanjikan (<em>the promised land</em>) adalah isu utama yang digunakan sebagai dalih dalam menggalang gerakan <a title="Zionisme" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zionism">Zionisme</a> dan menegakkan <a title="The Jewish State" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jewish_state">Negara Yahudi</a> (<em>the jewish state</em>) yang digagas oleh Theodore Hertzl. Isu inilah yang kemudian dijadikan alasan untuk mengagresi tanah <a title="Negara Palestina" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Palestine">Palestina</a>, mengusir warganya, dan melakukan pembantaian demi pembantaian hingga detik ini.</p>
<p>Kebohongan semacam inilah yang seringkali dijadikan alat oleh <a title="Israel" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Israel">Israel</a> untuk mempengaruhi negara-negara di dunia agar mereka mau memaklumi aksi Israel tersebut, sebagaimana kebohongan tragedi <a title="Tragedi Holocaust" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Holocaust">holocaust</a> yang penuh manipulasi itu.</p>
<p><span id="more-73"></span></p>
<p>Sejarah &#8220;tanah yang dijanjikan&#8221; itu dalam kacamata <a title="Islam" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Islam">Islam</a> sebenarnya sebagai berikut:</p>
<p><a title="Allah S.W.T." href="http://en.wikipedia.org/wiki/Allah">Allah SWT</a> berkehendak melengkapi rahmat-Nya bagi Bani Israel, oleh karena itu <a title="Musa a.s." href="http://en.wikipedia.org/wiki/Musa_%28prophet%29">Musa as</a> berkata kepada mereka: &#8220;<em>Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.</em>&#8221; (QS. al-Maidah: 21). Ketika Bani Israel mendengar ini, mereka enggan karena takut terhadap para <a title="Taghut" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taghut"><em>thaghut</em></a> (penguasa zalim) yang tinggal di sana.</p>
<p>Allah SWT ingin agar Bani Israel membebaskan Tanah Suci, agar penduduknya hanya menyembah Dia. Tetapi Bani Israel lebih menyukai hidup enak. Mereka ingin memperoleh segala sesuatu melalui mukjizat. Sehingga mereka pun berkata kepada Musa: &#8220;<em>Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari sana. Jika mereka telah ke luar dari situ, pasti kami akan memasukinya.</em>&#8221; (QS. al-Maidah: 22). Dengan demikian, mereka sebenarnya ingin berkata pada Musa as: &#8220;Pergi dan usirlah orang-orang itu dari tanah suci, supaya kami bisa masuk ke sana.&#8221;</p>
<p>Hanya dua orang &#8211;dari ribuan orang Bani Israel&#8211; yang bersedia bangkit dan berkata: &#8220;<em>Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman.</em>&#8221; (QS. al-Maidah: 23).</p>
<p>Namun mayoritas Bani Israel &#8211;yang pengecut itu&#8211; berkata pada Musa as: &#8220;<em>Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.</em>&#8221; (QS. al-Maidah: 24).</p>
<p>Lagi-lagi Bani Israel mengingkari utusan Allah, yaitu Musa as. Mereka berkata kepadanya: &#8220;Jika kau menginginkan perang, maka kau dan Tuhanmu yang pergi!&#8221; Musa as menjadi sedih, maka ia pun menengadah ke langit dan berkata: &#8220;<em>Wahai Tuhanku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu.</em>&#8221; (QS. al-Maidah: 25). Karenanya, Allah SWT pun murka kepada Bani Israel, karena telah menyakiti dan tak mematuhi perintah Musa as.</p>
<p>Akhirnya Allah SWT mengazab Bani Israel dalam bentuk keterasingan mereka di alam liar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mount_Sinai">gurun pasir Sinai</a> selama empat puluh tahun. Mereka hidup di tempat-tempat berbeda di gurun pasir tersebut selama masa itu. Dengan demikian, jelaslah bahwa isu &#8220;<em>tanah yang dijanjikan</em>&#8221; tersebut telah selesai dan berakhir, dikarenakan penolakan dan pengingkaran kaum Yahudi sendiri.</p>
<p>Kenyataan historis Islam tersebut semakin dipertegas oleh pernyataan kelompok Yahudi yang tergabung dalam organisasi <a title="Neturei Karta" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neturei_Karta">Neturei Karta</a>, sebuah organisasi yang menentang keras gerakan Zionisme. Mereka menyebut diri mereka sebagai kelompok Yahudi <a title="Judaisme" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Judaism">Judaisme</a>, untuk membedakan dengan kelompok Yahudi Zionisme.</p>
<p>Mereka menyatakan:<br />
&#8220;Judaisme merupakan keyakinan yang berazaskan pada wahyu di Sinai. Keyakinan ini meyakini bahwa pengasingan adalah hukuman bagi kaum Yahudi dikarenakan dosa-dosa mereka. Sedangkan Zionisme telah lebih dari seabad menolak wahyu di Sinai. Keyakinan ini menyatakan bahwa pengasingan kaum Yahudi dapat diakhiri melalui agresi militer. Zionisme telah merampas hak warga Palestina. Mengabaikan tuntutan mereka, dan menjadikan mereka target penganiayaan, penyiksaan, dan pembunuhan. Kaum Yahudi <a title="Taurat" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Torah">Taurat</a> di dunia terkejut dan terlukai dengan dogma irreligius dan kejam ini. Ribuan ulama dan pendeta Taurat telah mengutuk gerakan tersebut. Mereka tahu bahwa hubungan baik kaum Yahudi dan <a title="Muslim" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Muslim">Muslimin</a> sebelumnya di Tanah Suci (Palestina) telah terlukai oleh gerakan Zionisme. Negara Israel, yang disangsikan itu, berdiri menentang Taurat. Karena itu, kami Neturei Karta berada di garis depan perang melawan Zionisme selama lebih dari seabad. Kehadiran kami adalah untuk menolak kebohongan dan kejahatan, yaitu Zionisme, yang sedikit banyak mengatasnamakan orang-orang Yahudi. Berdasarkan keyakinan Yahudi dan hukum Taurat, kaum Yahudi terlarang untuk memiliki negara sendiri, sementara menunggu datangnya <a title="Messiah" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Messiah">sang Mesiah</a>.&#8221;</p>
<p><a title="Prof. Roger Garaudy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roger_Garaudy">Prof. Roger Garaudy</a>, seorang ilmuwan Perancis, menyatakan bahwa isu &#8220;<em>tanah yang dijanjikan</em>&#8221; versi Israel tersebut merupakan mitos. Sehingga, yang sebenarnya terjadi adalah &#8220;tanah yang ditaklukkan&#8221; (<em>the conquered land</em>), bukan &#8220;tanah yang dijanjikan&#8221; (<em>the promised land</em>). Ia memberikan bukti-bukti konkrit yang mendukung pernyataannya tersebut dengan mengacu pada literatur-literatur Yahudi dan <a title="Nasrani" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Christian">Nasrani</a>.</p>
<p>Dengan demikian, isu &#8220;tanah yang dijanjikan&#8221; yang digunakan oleh Israel sebagai dalih pendudukan atas Palestina sebenarnya bukan merupakan ajaran Taurat, bukan pula ajaran <a title="Injil" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Injil">Injil</a>.</p>
<p>Dan memang kenyataannya kaum Zionis tidak berpedoman pada Taurat. Mereka lebih berpegang pada kitab suci lain yang bernama <a title="Talmud" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Talmud">Talmud</a>, atau yang kemudian dikenal juga dengan sebutan <em>Shulhan Arukh</em>, yaitu kitab yang ditulis oleh seorang <a title="Rabbi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rabbi">Rabi</a> Yahudi yang bernama <a title="Yosef Karo" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Yosef_Karo">Joseph Ben Ephraim Caro</a> di abad ke-16 M. Kitab Talmud ini mengajarkan pandangan-pandangan yang buruk, diantaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Kaum Yahudi adalah kaum pilihan Tuhan. Selain kaum Yahudi adalah binatang dan <a title="Paganisme" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paganism">pagan</a> (penyembah berhala).</li>
<li>Kaum Yahudi harus selalu bekerja keras untuk meruntuhkan bangsa dan kaum lainnya, agar kaum Yahudi dapat menguasai dunia.</li>
<li>Kaum Yahudi diizinkan untuk mencuri harta benda selain kaum Yahudi.</li>
<li>Kaum Yahudi diizinkan untuk berbuat curang kepada selain kaum Yahudi, menjalankan riba pada mereka, dan memaksa mereka untuk menjual semua miliknya kepada kaum Yahudi.</li>
</ul>
<p>Wassalaam,<br />
Muh. Anis<br />
(Penulis)</p>
<hr />Sumber Referensi:</p>
<ol>
<li>Roger Garaudy, &#8220;<a title="The Founding Myths of Israeli Politics" href="http://www.radioislam.org/islam/english/books/garaudy/main.htm">The Founding Myths of Israeli Politics</a>&#8220;.</li>
<li>Kamal al-Sayid, &#8220;<a title="Kisah-Kisah Terbaik Al Qur'an" href="http://www.pustakazahra.com/search.shtml?0+0+Terbaik+#">Kisah-kisah Terbaik Al-Qur&#8217;an</a>&#8220;, hal. 208-209 dan 214-215, penerbit <a title="Pustaka Zahra" href="http://pustakazahra.com/">Pustaka Zahra</a>.</li>
<li>www.nkusa.org, &#8220;<a title="Judaism versus Zionism" href="http://www.nkusa.org/AboutUs/Zionism/judaism_v_zionism.cfm">Judaism versus Zionism</a>&#8220;.</li>
<li>www.nkusa.org, &#8220;<a title="Judaism And Zionism Are Not The Same Thing" href="http://www.nkusa.org/AboutUs/Zionism/judaism_isnot_zionism.cfm">Judaism and Zionism Are Not The Same Thing</a>&#8220;.</li>
<li>Muhammad al-Syarqawi, &#8220;Talmud&#8221;, penerbit Sahara.</li>
</ol>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>bani israel</li><li>mukjizat abat 21</li><li>dampak gerakan zionisme terhadap negara islam</li><li>israel</li><li>israel maidah</li><li>nkusa org</li><li>yahudi abat 21</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abatasya.net/2006/01/25/mitos-the-promised-land-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

