<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Abatasya Islamic Website &#187; Perspektif</title>
	<atom:link href="http://abatasya.net/category/perspektif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abatasya.net</link>
	<description>dedicated to the Most Noble Messenger Muhammad and to the people of his household, the Ahlul Bayt, salutations and peace be upon them all</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 May 2010 05:09:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Kepolisian dalam Kehidupan Pribadi Warga AS</title>
		<link>http://abatasya.net/2007/11/14/kepolisian-dalam-kehidupan-pribadi-warga-as/</link>
		<comments>http://abatasya.net/2007/11/14/kepolisian-dalam-kehidupan-pribadi-warga-as/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 03:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abatasya.net/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Tatanan sosial Amerika semakin lama kian mendekat pada tatanan masyarakat polisi-keamanan. Pernyataan Direktur Intelejen Nasional AS, Donald Kerr baru-baru ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam struktur sosial dan gaya hidup di Negeri Paman Sam tersebut. Menurutnya, masyarakat Amerika harus mengubah cara pandangnya tentang kehidupan pribadi mereka. Masyarakat harus memiliki pandangan bahwa pemerintah perlu menjaga data-data finansial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Tatanan sosial Amerika semakin lama kian mendekat pada tatanan masyarakat polisi-keamanan. Pernyataan Direktur Intelejen Nasional AS, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Donald_Kerr">Donald Kerr</a> baru-baru ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam struktur sosial dan gaya hidup di Negeri Paman Sam tersebut. Menurutnya, masyarakat Amerika harus mengubah cara pandangnya tentang kehidupan pribadi mereka. Masyarakat harus memiliki pandangan bahwa pemerintah perlu menjaga data-data finansial dan hubungan mereka. Pernyataan itu dikemukakan berbarengan dengan kesibukan para anggota kongres yang tengah menggodok draf revisi undang-undang kontrol intelejen asing yang ditetapkan pada tahun 1978. Dalam undang-undang itu disebutkan bahwa penyadapan percakapan telepon warga hanya berlaku jika ada ijin dari pengadilan.</p>
<p><span id="more-71"></span></p>
<p>Pasca <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/September_11%2C_2001_attacks">serangan 11 September 2001</a>, pemerintah AS secara sepihak menggelar penyadapan percakapan telpon warganya. Menyusul instruksi Presiden AS <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_W._Bush">George W. Bush</a>, Dinas Keamanan Nasional AS dalam empat tahun terakhir telah menyimpan 300 juta percakapan telepon warga tanpa surat ijin. Saat ini, Gedung Putih tengah melobi para anggota kongres agar mereka menyetujui dihapusnya syarat ijin undang-undang penyadapan percakapan telpon. <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Democratic_Party_%28United_States%29">Kubu Demokrat</a> yang pada awalnya menentang penghapusan syarat tersebut kini tampak mengendurkan otot bahkan cenderung mendukung usulan Gedung Putih.</p>
<p>Namun di sisi lain, berbagai lembaga swadaya masyarakat pendukung kebebasan hak-hak sipil dan sebagian besar pengacara di AS menentang niat Gedung Putih dan Kongres itu. Aksi tersebut dinilai sebagai penistaan terhadap hak-hak individu. Dalam definisi baru pemerintah AS soal keamanan, warga tidak akan memiliki rahasia yang akan meleset dari pantauan pemerintah. Lebih rincinya lagi, seluruh informasi tentang percakapan telepon, finansial, surat-surat, maupun transaksi dagang warga, akan dimonitor langsung oleh pemerintah.</p>
<p>Hal yang sangat merisaukan warga adalah ruang gerak yang cukup luas bagi pemerintah untuk menggunakan informasi dan data-data tersebut untuk menekan warga yang menentang pemerintah. Ini bukan kali pertama fenomena sosial dan hukum yang dilanggar pemerintah AS dengan menggunakan dalih pemberantasan terorisme. Bahkan pemerintah AS telah melegalkan penyiksaan dalam proses interogasi tersangka pelaku terorisme. Tidak hanya itu, hak para tahanan untuk memiliki pengacara pun dicerabut.</p>
<p>Dengan demikian, tidak lama lagi prediksi <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_Orwell">George Orwell</a> dalam bukunya berjudul <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nineteen_Eighty-Four">Nineteen Eighty-Four</a> tentang kontrol penuh pemerintah terhadap hal paling sepele dalam kehidupan individu, akan terealisasi.</p>
<p>Sumber: <a href="http://indonesian.irib.ir/">IRIB bahasa Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abatasya.net/2007/11/14/kepolisian-dalam-kehidupan-pribadi-warga-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merunut Jejak Peristiwa 11 September</title>
		<link>http://abatasya.net/2007/09/12/merunut-jejak-peristiwa-11-september/</link>
		<comments>http://abatasya.net/2007/09/12/merunut-jejak-peristiwa-11-september/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Sep 2007 03:49:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abatasya.net/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa 11 September 2001 memunculkan dua pertanyaan penting. Pertama, terkait penyebab dan yang kedua mengenai dampak peristiwa 11 September. Warga Amerika, khususnya keluarga korban, memandang mencari penyebab terjadinya peristiwa mengenaskan ini lebih penting. Sementara itu, sebagian besar penduduk dunia merasa dampak pasca 11 September lebih urgen untuk dijawab. Peristiwa terjadi di pagi hari ketika 19 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Peristiwa 11 September 2001 memunculkan dua pertanyaan penting. Pertama, terkait penyebab dan yang kedua mengenai dampak peristiwa 11 September. Warga Amerika, khususnya keluarga korban, memandang mencari penyebab terjadinya peristiwa mengenaskan ini lebih penting. Sementara itu, sebagian besar penduduk dunia merasa dampak pasca 11 September lebih urgen untuk dijawab.<br />
<span id="more-69"></span><br />
Peristiwa terjadi di pagi hari ketika 19 orang keturunan Arab menyandera empat buah pesawat penumpang. Dengan bermodalkan empat pesawat itu, mereka menghancurkan gedung pusat perdagangan Amerika dan menciderai sebagian bangunan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Pentagon">Pentagon</a>. Setelah peristiwa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Attack_on_Pearl_Harbor">penyerangan Pearl Harbor</a> oleh Angkatan Udara (AU) Jepang, serangan sedahsyat ini belum terjadi di Amerika. Beragam analisa dimunculkan mengenai siapa pelaku sebenarnya. Sebagian menganalisa, pelakunya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Qaeda">Al Qaeda</a>. Mereka berhasil memanfaatkan kelemahan sistem pengawasan dan keamanan wilayah AS. Sebagian menambahkan, hal itu tidak bakal terjadi tanpa bantuan orang dalam. Sementara itu, ada yang meyakini, kelalaian badan intelejen dan keamanan Nasional AS menjadi penyebab terjadinya peristiwa ini. Enam tahun berlalu dari peristiwa mengenaskan itu, namun belum terkuak siapa dalang sesungguhnya di balik peristiwa itu. Hal ini menyebabkan para politisi dan Agen Rahasia AS (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Central_Intelligence_Agency">CIA</a>) saling menuduh.</p>
<p>Mencari jawaban kedua jauh lebih mudah ketimbang mencari penyebab terjadinya peristiwa ini. Peristiwa 11 September berdampak sangat luas. Peristiwa 11 September mampu merubah sejarah dunia. Dunia dibagi menjadi dua kelompok; dunia pra dan pasca 11 September. Di Amerika sendiri, hancurnya gedung kembar simbol kekuasaan Amerika itu memunculkan kelompok-kelompok ekstrim dari kalangan Nasionalisme, Konservatif, dan kebencian terhadap orang asing plus bayang-bayang ketakutan.</p>
<p>Pihak yang paling diuntungkan dalam peristiwa ini adalah Presiden AS, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_W._Bush">George W. Bush</a>. Ia menjadi simbol pahlawan AS memerangi teroris. Badan Intelejen AS tenggelam di balik yel-yel balas dendam atas 3000 orang yang tewas dalam peristiwa itu. Pemerintah Amerika mencap kaum muslimin sebagai musuh baru. Kaum muslimin menjadi sasaran Islam Phobia warga Amerika. Mereka diawasi secara secara ketat. Pendeknya, peristiwa 11 September telah mengorbankan kebebasan demi keamanan nasional. Kebijakan Liberal-Demokrasi pemerintah mengalami perubahan drastis yang tidak ditemukan sejak masa gelap <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/McCarthyism">McCarthyisme</a> di Amerika.</p>
<p>Bila peristiwa 11 September digambarkan seperti gempa yang melanda Amerika, maka getarannya telah menggoncang wilayah dunia. Hakikatnya, peristiwa ini memunculkan istilah perang tanpa batas. George W. Bush berperan sebagai &#8220;Tuhan perang&#8221; memberangus semua kejahatan di dunia. Serangan Amerika ke Irak dan Afghanistan merenggut korban jauh lebih besar dari peristiwa 11 September sendiri. Strategi perang Amerika berubah dari defensif menjadi preventif.</p>
<p>Untuk kedua kalinya mimpi buruk perang nuklir menghantui bumi. Pernyataan Bush &#8220;Bersama kami atau menentang kami&#8221;, telah membagi dunia menjadi dua blok. Sementara itu, Wakil Presiden AS, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Dick_Cheney">Dick Cheney</a> memprovokasi soal perang dunia ke empat. Amerika telah menginjak injak hak asasi manusia dengan dalih memerangi teroris. Dunia ternganga menyaksikan fenomena <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Abu_Ghraib_torture_and_prisoner_abuse">kesadisan tentara Amerika di penjara Abu Ghuraib</a> dan di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Guantanamo_Bay_detention_camp">Guantanamo</a>. Invasi-invasi militer Amerika ke Irak dan Afghanistan telah merenggut ratusan ribu nyawa orang tidak berdosa.</p>
<p>Namun, tidak seperti yang diramalkan, terorisme adalah fenomena yang semakin diuntungkan dengan peristiwa 11 September. Amerika dengan dalih memerangi terorisme, sehari setelah peristiwa itu langsung mendaulat dirinya sebagai pemimpin. Ironisnya setelah 6 tahun berlalu, saat ini kekhawatiran dunia internasional atas bahaya teroris menjadi berlipat ganda. Menteri Pertahanan AS, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Donald_Rumsfeld">Donald Rumsfeld</a>, setelah terjadinya peristiwa itu, ia ditanya soal alasan invasi ke Afghanistan. Ia menjawab, &#8220;Afghanistan telah berubah menjadi sarang teroris, dan kewajiban tentara AS menghancurkan mereka.&#8221; Semenjak sesumbar Bush 6 tahun lalu memerintahkan pasukannya menangkap <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Osama_bin_Laden">Bin Laden</a>, kenyataannya Bin Laden belum tertangkap. Jangankan Bin Laden, tidak satu pun dari para petinggi Al Qaeda yang berhasil ditangkap tentara Amerika. Sebaliknya, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2002_Bali_bombings">insiden Bali</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2005_Sharm_el-Sheikh_attacks">Sharm Al Syeikh</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/2004_Madrid_train_bombings">Madrid</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/7_July_2005_London_bombings">London</a> menandai makin meluasnya aksi teroris.</p>
<p>Kesimpulannya, 6 tahun lalu dunia menyaksikan serangan atas pusat ekonomi dan militer Amerika. Dan sampai saat ini dalang peledakan 11 September belum terkuak. Pertanyaan selanjutnya, bila <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/September_11%2C_2001_attacks">peristiwa 11 September</a> tidak terjadi, apakah mungkin terbentuk dunia dengan Amerika sebagai satu-satunya super power? Jelas, jawabannya adalah tidak mungkin. Jawaban ini setidak-tidaknya dapat membantu kita membongkar alasan di balik terjadinya peristiwa 11 September.</p>
<p>Sumber: <a href="http://indonesian.irib.ir/">IRIB bahasa Indonesia</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>11 september</li><li>analisis strategis perang dunia tiga</li><li>peristiwa 11 September 2001</li><li>peristiwa 11 september 2001 di AS</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.352 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abatasya.net/2007/09/12/merunut-jejak-peristiwa-11-september/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Umat Islam dan Sains Modern</title>
		<link>http://abatasya.net/2007/06/22/umat-islam-dan-sains-modern/</link>
		<comments>http://abatasya.net/2007/06/22/umat-islam-dan-sains-modern/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2007 03:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abatasya.net/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, sejumlah negara telah mengalami kemajuan yang pesat dengan bertumpu pada potensi ekonomi, militer dan politik yang dimilikinya. Mayoritas masyarakat dunia pun memuji kemajuan yang dicapai oleh sains dan teknologi modern. Banyak kalangan percaya, dengan semakin besarnya kemajuan yang dicapai sains, maka kekuasaan dan kekuatan pun akan semakin membesar. Bersandar pada keyakinan semacam itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Saat ini, sejumlah negara telah mengalami kemajuan yang pesat dengan bertumpu pada potensi ekonomi, militer dan politik yang dimilikinya. Mayoritas masyarakat dunia pun memuji kemajuan yang dicapai oleh sains dan teknologi modern. Banyak kalangan percaya, dengan semakin besarnya kemajuan yang dicapai sains, maka kekuasaan dan kekuatan pun akan semakin membesar. Bersandar pada keyakinan semacam itu, sebagian percaya bahwa umat Islam mesti sebisa mungkin mengikuti jejak kemajuan teknologi yang dicapai Barat, memproduksi beragam mesin dan perangkat modern seperti yang dihasilkan Barat.</p>
<p><span id="more-67"></span></p>
<p>Namun, sebagian ilmuan percaya bahwa anggapan semacam itu justru membahayakan. Pasalnya, meski Barat telah mengalami kemajuan di bidang sains dan teknologi, namun mereka terjerat pelbagai persoalan dan krisis akut seperti krisis moral, runtuhnya spritualitas, hilangnya jatidiri, rusaknya lingkungan hidup, dan sejumlah permasalahan pelik lainnya. Akibat ketamakan dan rakusnya para penguasa, kehadiran teknologi modern malah meruntuhkan ikatan dan posisi manusia pada skala yang amat luas. Oleh karena itu, seandainya umat Islam menginginkan model hidup ala abad 21 dengan cara mengikuti Barat secara buta, maka sejatinya mereka telah menempuh jalan yang salah.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hossein_Nasr">Dr. Sayyed Hossein Nasr</a>, peneliti Muslim dan dosen di sejumlah universitas AS, menawarkan alternatif lainnya. Umat Islam selayaknya melihat alternatif lain, dengan cara merekonstruksi, mengkritik dan mengkaji ulang beragam sisi sains modern. Menurutnya, &#8220;Kini, pada saat umat Islam siap meraih kembali sains dan manfaat ilmu pengetahuan modern, dari segi ilmiah, umat Islam harus meyakini bahwa setiap kemajuan yang dicapai Barat bukan berarti suatu hal yang baik, mereka tidak boleh meniru begitu saja apa yang terjadi di Barat. Dari segi teoritis, umat Islam juga harus menguasai sains modern, namun pengusaan itu harus didasari dengan sikap kritis, dan berdasarkan tradisi pemikiran Islam. Kita wajib mengkritik peradaban Barat, dan kita harus menyadarkan umat Islam dari efek negatif peradaban mekanis. Di sisi lain, kita juga harus memperkuat institusi ilmiah dan lembaga tradisional pendidikan Islam&#8221;.</p>
<p>Dunia Islam memiliki potensi yang amat besar, dan mereka memiliki latar belakang yang cerah dalam mengembangkan beragam ilmu pengetahuan. Karena itu, apabila saat ini mereka menghidupkan kembali ilmu pengatahuan, dengan metode pendidikan yang mereka miliki, dan memadukannya dengan kemuliaan moral, maka sembari bertumpu pada kreatifitas dan inovasi, mereka akan mampu bersaing secara sehat dengan sains dan teknologi modern. Dr. Nasr menuturkan, &#8220;Ini tak lain adalah apa yang harus dilakukan dunia Islam, mulai dari sekolah-sekolah Malaysia, di timur dunia Islam, hingga ke Maroko di sebelah baratnya. Harus ada pendirian pelbagai universitas dengan identitas Islam. Sebuah universitas, yang memandang seluruh temanya dengan perspektif Islam. Kini, sudah banyak upaya pemikiran yang telah dilakukan.&#8221;</p>
<p>Dr Nasr melanjutkan, &#8220;Para ilmuwan muslim sudah banyak menerjemahkan dan menafsirkan beberapa buku penting tentang pengetahuan Islam ke berbagai bahasa Barat dan Eropa. Tulisan-tulisan semacam itu, seperti halnya pada beberapa dekade sebelumnya, sekarang ini tidak sedikit. Namun masalah utamanya adalah, sedikitnya pusat-pusat atau tempat yang bisa mengajarkan hal itu kepada mahasiswa dengan metode Islam. Lembaga-lembaga semacam itu, harus mengajarkan disiplin ilmu seperti filsafat, logika, teologi dan sejumlah tema lain yang terkait dengan itu. Dan para muslim yang berpikiran cerah, dengan tingkat pendidikan tinggi bisa hadir di situ. Kini, pendidikan Islam di Barat harus berubah dari unit kecil menjadi unit yang besar, dan bisa mendidik tenaga yang unggul dan berkualitas.&#8221;</p>
<p>Pada kondisi saat ini, dunia Islam tengah berhadapan dengan beragam persoalan rumit dan pelik. Di negara-negara Islam, sebagian kekayaan nasionalnya berada di bawah kendali pemerintah, dan sebagian mereka tidak begitu banyak menginvestasikannya untuk kemajuan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun demikian, kita masih bisa berharap, bahwa di antara sejumlah negara itu, ada juga pilihan yang positif yang telah mengalami keberhasilan. Seperti Iran, Indonesia, Malaysia dan Pakistan.</p>
<p>Khususnya lagi di Iran, di mana ada beberapa universitas yang dikelola oleh para pakar agama. Itu semua, merupakan pusat pendidikan di mana ilmu pengetahuan Islam diajarkan bersamaan dengan ilmu pengetahuan modern, bahasa asing dan sejumlah disiplin ilmu yang kerap diajarkan di institusi pendidikan Barat. Sebagai contoh, di kota Qom, Iran, terdapat beberapa universitas terpercaya yang memiliki karakteristik seperti itu, dan banyak mahasiswa muda dan berbakat belajar di sana.</p>
<p>Dengan demikian, kendati sejumlah peristiwa pahit sejarah, telah menghambat proses kemajuan ilmu pengetahuan yang dicapai oleh umat Islam, namun bukan berarti hal itu juga telah meruntuhkan seluruh dimensi peradaban Islam. Kesenian Islam, adalah salah satu bagian penting peradaban Islam. Seni tenun kain, sempat mengalami kemajuan belakangan ini. Banyak karpet terindah Iran rajutan abad ke-19 yang menjadi salah satu karya adiluhung seni Islam. Begitupula dengan arsitektur Islam. Taj Mahal, Masjid Esfahan, dan Masjid Soltan Ahmad Istanbul merupakan contoh dari keajaiban seni arsitektur Islam. Bahkan di bidang rasionalitas, umat Islam pada abad 19 telah menghidupkan kembali filsafat Islam. Pada abad ke-20, dengan munculnya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Allameh_Tabatabaei">Allamah Thabathabai</a> di Iran, filsafat Islam berkembang dan meraih kejayaannya kembali.</p>
<p>Dr. Nasr menuturkan, &#8220;Untuk menilai dan mengapresiasi sebuah peradaban, keliru jika kita menganggap mundurnya sebuah peradaban sama dengan kematiannya. Peradaban Islam memiliki minat yang jauh lebih besar kepada ilmu pengatahuan dibanding dengan peradaban lainnya yang kita kenal, seperti peradaban Barat. Semenjak masa-masa awalnya, peradaban ini telah berjalan dengan aktifitas ilmiah yang pesat. Misalnya saja, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Geber">Jabir bin Hayyan</a> yang hidup pada abad ke-2 Hijriah. Sebelum Jabir, kimia masih belum diakui sebagai disiplin ilmu. Pada abad ke-9 dan ke-10 Masehi, muncul para matematikawan dan astronom besar, serta sejumlah ilmuan semacam <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Avicenna">Ibnu Sina</a>, dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Ab%C5%AB_Rayh%C4%81n_al-B%C4%ABr%C5%ABn%C4%AB">Biruni</a> di pentas ilmu pengetahuan.&#8221;</p>
<p>Dr Nasr melanjutkan, &#8220;Sekarang, hanya empat abad semenjak masa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Galileo_Galilei">Galileo Galilei</a> berlalu, Barat menunjukkan minat besarnya kepada ilmu pengetahuan dan menjadikannya sebagai pusat perhatian. Oleh karena itu, apabila kaum muslimin bisa membuat buku katalog ilmu pengetahuan islam, dan beruntung hal itu telah dimulai dalam beberapa tahun belakangan ini, berarti umat Islam telah mengambil langkah besar ke arah penilaian atas ilmu-ilmu pengetahuan Islam.&#8221;</p>
<p>Masih menurut Dr. Nasr, &#8220;Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, sungguh sebuah perkataan yang polos, jika kita katakan teknologi modern itu bebas nilai dan tidak berbahaya. Teknologi dalam modelnya sekarang ini, telah mengancam sebagian ruang spiritual yang berada di dalam dan luar wujud manusia. Teknologi Barat, menyodorkan sebuah pandangan dunia khas, yang telah mengubah dimensi kemanusiaan menjadi seperangkat mesin. Gerakan menuju kekuasaan dan senjata pemusnah, tidak akan pernah bisa sejalan dengan jiwa agama Islam. Karenanya, umat Islam harus lebih berhati-hati lagi dengan efek ilmu pengetahuan yang disebarkan Barat, dan mengkritisi dampak buruk yang dihasilkannya. Apabila umat Islam berhasil mendidik para filosof dan ilmuwan dengan pengetahuan yang berakar pada ajaran sejati Islam, itu adalah sebuah hal yang cukup bagi umat Islam. Sebab, bila itu berhasil dilakukan, mereka akan mampu mengembangkan dan memajukan ilmu pengetahuan di era baru.&#8221;</p>
<p>Sumber: <a href="http://indonesian.irib.ir/">IRIB bahasa Indonesia</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cara kemajuan sains dan teknologi mengancam seni dan kemanusiaan</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.797 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abatasya.net/2007/06/22/umat-islam-dan-sains-modern/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecenderungan Baru Kepada Busana Muslimah</title>
		<link>http://abatasya.net/2007/06/22/kecenderungan-baru-kepada-busana-muslimah/</link>
		<comments>http://abatasya.net/2007/06/22/kecenderungan-baru-kepada-busana-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jun 2007 03:45:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abatasya.net/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Berdasarkan laporan-laporan yang diperoleh, kaum perempuan muslimah di negara-negara Eropa, dimana sebagian besar mereka merupakan lapisan muda dalam masyarakat, mampu memperkenalkan identitas Islam seorang perempuan, melalui pemilihan celana, pakaian-pakaian panjang dan kerudung berwarna-warni. Kaum perempuan ini telah berhasil mengangkat pakaian lengkap mereka sebagai mode yang disukai. Dalam beberapa laporan yang kami terima, dikatakan bahwa di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Berdasarkan laporan-laporan yang diperoleh, kaum perempuan muslimah di negara-negara Eropa, dimana sebagian besar mereka merupakan lapisan muda dalam masyarakat, mampu memperkenalkan identitas Islam seorang perempuan, melalui pemilihan celana, pakaian-pakaian panjang dan kerudung berwarna-warni. Kaum perempuan ini telah berhasil mengangkat pakaian lengkap mereka sebagai mode yang disukai. Dalam beberapa laporan yang kami terima, dikatakan bahwa di tengah masyarakat Eropa, pakaian Islam yang dikenakan di lingkungan kerja dan acara-acara pertemuan, menarik perhatian sejumlah besar wanita dengan model pakaian modern.</p>
<p><span id="more-65"></span></p>
<p>Berdasarkan laporan-laporan yang diperoleh, kaum perempuan muslimah di negara-negara Eropa, dimana sebagian besar mereka merupakan lapisan muda dalam masyarakat, mampu memperkenalkan identitas Islam seorang perempuan, melalui pemilihan celana, pakaian-pakaian panjang dan kerudung berwarna-warni. Kaum perempuan ini telah berhasil mengangkat pakaian lengkap mereka sebagai mode yang disukai. Dalam beberapa laporan yang kami terima, dikatakan bahwa di tengah masyarakat Eropa, pakaian Islam yang dikenakan di lingkungan kerja dan acara-acara pertemuan, menarik perhatian sejumlah besar wanita dengan model pakaian modern.</p>
<p>Dalam laporannya berkenaan dengan alasan utama kecenderungan wanita Eropa kepada pakaian-pakaian perempuan muslimah, Reuters mengatakan bahwa selain indah dan mengandung kewibawaan, busana muslimah juga memancarkan kesederhanaan, dan menampilkan wajah perempuan muslimah yang terhormat, bersih dan terjaga. Dalam berita lain kita mendengar bahwa para produsen pakaian di Turki, juga menaruh perhatian besar untuk memproduksi pakaian-kaian Islami sebagai pakaian yang disukai dan diminati kalangan luas. Model pakaian dan busana muslimah yang menutup seluruh tubuh, telah menyedot sambutan luas kalangan wanita Turki.</p>
<p>Tidak heran pula jika kita dengar dalam laporan ini bahwa sejumlah pejabat Eropa menyatakan kecemasan mereka meyaksikan semakin meluasnya model pakaian seperti ini di negara-negara Eropa. Pada saat yang sama, diterimanya model pakaian muslimah ini di Barat, mengindikasikan adanya hubungan dekat antara hijab dan fitrah manusia, terutama kaum perempuan. Kecenderungan kepada mengenakan pakaian, merupakan bagian dari fitrah manusia, yang sekaligus merupakan pendorong yang sangat tepat bagi kemuliaan manusia itu sendiri.</p>
<p>Pada dasarnya hijab dan kebersihan diri, adalah dua nilai yang sangat diperhatikan dalam masyarakat manusia, terutama masyarakat Islam. Kedua hal tersebut juga selalu berada berdampingan. Hijab adalah pakaian yang menutupi tubuh jasmani manusia. Bentuk dan batas-batas pakaian ini bergantung kepada keyakinan agama seseorang dan adat-istiadat masyarakatnya. Pakaian wanita yang melindungi tubuh mereka dari pandangan-pandangan jahat para lelaki, disebut hijab. Sedangkan kebersihan diri, dalam bahasa Arab disebut &#8220;<em>afaf</em>&#8221; atau &#8220;<em>iffah</em>&#8221; adalah kondisi kejiwaan, dan seseorang yang menghiasi diri dengan perhiasan &#8220;iffah&#8221; ini akan dengan mudah mampu menguasai keinginan-keinginan hawa nafsunya.</p>
<p>Di dalam Al-Quranul Karim, iffah diartikan sebagai penjagaan dan kebersihan diri, yang kadang juga diibaratkan sebagai hijab yang melindungi bagian dalam manusia dari dosa dan kotoran-kotoran maknawi. Dengan kata lain, hijab dan pakaian yang menutup badan jasmani, tak lain merupakan hasil dan buah dari hijab ruhani. Dengan demikian, jika hijab dan iffah berjalan seiring dan seirama maka ia akan memberikan makna yang sempurna, dan menghasilkan nilai-nilai postif yang diinginkan. Makna dan hasil yang seperti ini ditunjukkan oleh Marry, seorang gadis Kanada yang baru saja memeluk Islam sebagai agamanya, dan mengubah namanya menjadi Fatimah. Ia menerima dan mengenakan hijab karena busana muslimah ini mendatangkan keamanan jiwa baginya. Menurutnya, dimensi-dimensi hijab yang luas, membangkitkan identitas kemanusiaan pada seorang perempuan, dan oleh karena mengenakan busana muslimah ini mengandung tujuan-tujuan yang tinggi, maka ia pun memberikan makna dan tujuan yang mulia bagi kehidupannya.</p>
<p>Ibu Dr. Firdausi Pur, seorang psikolog, mengatakan, &#8220;Diantara perilaku sosial, terutama perilaku-perilaku tradisional, terkadang muncul perilaku-perilaku tendensius, yang membuat para pemikir tertarik untuk mengetahui logika apa yang tersembunyi di balik perilaku-perilaku tersebut. Karena perilaku-perilaku ini memiliki logika-logika tersembunyi yang sangat penting jika dilihat dari sudut pandang pemikiran sosial. Hijab tersusun dari keyakinan-keyakinan, hak-hak dan emosi, yang berjalin erat satu dengan yang lain, dan memiliki syarat-syarat sebuah perilaku yang efektif dan mengandung makna yang mulia. Dewasa ini, perilaku kebudayaan ini, secara umum, sudah semakin kuat dan kokoh, dan tampil sebagai tolok ukur penilaian seorang perempuan muslimah yang teguh dalam melaksanakan ajaran agamanya. Hijab menghantarkan pesan akhlak dan moral serta nilai-nilai maknawi kepada masyarakat luas.&#8221;</p>
<p>Dari sudut pandang Islam, hijab adalah sebuah fenomena luas yang mencakup bidang-bidang politik, kebudayaan dan sosial. Hijab, memperkuat kesehatan moral dan kemandirian pribadi seorang perempuan, dan mencegah tersia-sianya energi dan usia mudanya, dikarenakan sikap pamer berlebihan dan tak pada tempatnya. Dalam hal ini, Islam memandang perampuan sebagai guru dasar-dasar akhlak dan sosial, dan meminta kepada mereka agar menjaga serta menunjukkan perilaku yang mulia. Dalam Al-Quran, Allah swt memberikan batasan-batasan hijab. Berkenaan dengan hijab dan penjagaan aurat wanita ini, Islam meminta kepada lelaki dan perempuan sekaligus dengan permintaan yang berbeda-beda. Jika dua permintaan ini terpenuhi, maka sempurnalah penjagaan aurat perempuan. Dari kaum lelaki, Islam meminta agar menjaga pandangan matanya dari hal-hal yang mendatangkan dosa. Sedangkan dari kaum perempuan Islam meminta agar menutup seluruh auratnya dari pandangan lelaki. Meskipun Islam memberikan batasan-batasan pakaian, baik bagi lelaki maupun bagi perempuan, tapi setiap masyarakat dapat memenuhi batasan-batasan tersebut seraya tetap memperhatikan adat-istiadat dan kebudayaan berpakaiannya.</p>
<p>Sesungguhnya, hijab Islam merupakan suatu mekanisme untuk menciptakan keteraturan dan hubungan-hubungan yang sehat antara lelaki dan perempuan. Pakaian yang sesuai akan menciptakan iklim dan suasana yang aman bagi perempuan pada khususnya, karena mereka akan terhindar dari ancaman yang datang dari lawan jenisnya. Tak bisa dimungkiri bahwa seorang lelaki akan terdorong nafsu syahwatnya, ketika memandang keindahan tubuh lawan jenisnya. Dan jika nafsu syahwat sudah terbangkitkan, maka ia akan mencari jalan pelampiasan. Hubungan lelaki dan perempuan, jika didorong oleh pencarian jalan pelampiasan seperti ini, jelas akan merupakan hubungan yang tidak sehat, tidak normal, dan tidak memberikan keamanan hidup bagi kaum perempuan.</p>
<p>Dua ajaran Islam dalam masalah ini, yaitu menahan pandangan mata (atau <em>ghadldlul bashor</em> &#8220;<span style="font-size: 12pt">غض البصر</span>&#8220;) oleh kaum lelaki, dan penutup aurat oleh kaum perempuan, adalah dua resep yang harus berjalan berbareng dan seiring, untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat yang aman tetnteram, dan jalinan hubungan yang sehat dan wajar antara lelaki dan perempuan. Sebetulnya, jika tidak karena adanya pihak-pihak penguasa tertentu di negara Barat yang memiliki sikap anti terhadap Islam dan segala sesuatu yang melambangkan keislaman, maka hijab dan busana muslimah adalah sesuatu yang dapat diterima oleh masyarakat Barat.</p>
<p>Belum lama berlalu, koran Washington Post, menukil pendapat Madeline Zilvi, seorang dosen universitas Maryland, menulis, &#8220;Hijab adalah sebuah kata yang mengandung makna mendalam. Baik di dalam maupun di luar negara-negara Islam, hijab selalu memancarkan makna-makna yang luas, diantaranya ialah sikap tegas menentang dekadensi moral dan sebuah perilaku beragama yang sangat kokoh dan kuat. Hijab bersumber dari akar Islam, Al-Quran, Kitab Suci muslimin, memandang hijab sebagai suatu keharusan untuk menutup tubuh perempuan. Saat ini, proses cepat kecenderungan wanita Barat kepada hijab, membuat saya penasaran. Saya berkali-kali menyaksikan masalah ini di fakultas tempat saya mengajar, dimana Islam telah memberikan identitas yang sangat agung kepada kaum perempuan.&#8221;</p>
<p>Sumber: <a href="http://indonesian.irib.ir/">IRIB bahasa Indonesia</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>busana muslim model turki</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.571 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abatasya.net/2007/06/22/kecenderungan-baru-kepada-busana-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film 300: Pelecehan Peradaban Iran oleh Hollywood</title>
		<link>http://abatasya.net/2007/04/16/film-300-pelecehan-peradaban-iran-oleh-hollywood/</link>
		<comments>http://abatasya.net/2007/04/16/film-300-pelecehan-peradaban-iran-oleh-hollywood/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2007 03:44:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abatasya.net/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Industri perfilman Hollywood telah berkali-kali memproduksi film yang menyimpangkan fakta sejarah dan mendiskreditkan ras atau etnis tertentu. Awal tahun 2007 ini, film serupa kembali dirilis Hollywood dan kali ini, yang menjadi korbannya adalah bangsa dan peradaban Iran. Film tersebut berjudul &#8220;300&#8221; dan sengaja dibuat untuk mendiskreditkan bangsa dan kultur Iran. Film ini diproduksi oleh perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Industri perfilman Hollywood telah berkali-kali memproduksi film yang menyimpangkan fakta sejarah dan mendiskreditkan ras atau etnis tertentu. Awal tahun 2007 ini, film serupa kembali dirilis Hollywood dan kali ini, yang menjadi korbannya adalah bangsa dan peradaban Iran. Film tersebut berjudul &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/300_%28film%29">300</a>&#8221; dan sengaja dibuat untuk mendiskreditkan bangsa dan kultur Iran. Film ini diproduksi oleh perusahaan film <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Warner_Bros.">Warner Bros</a>, yang mengangkat cerita mengenai tragedi yang pernah terjadi 480 tahun sebelum masehi. Dalam skenario film ini diceritakan 300 tentara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sparta">Sparta</a> berperang menghadapi pasukan kolosal <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Xerxes_I_of_Persia">Khashayar Shah</a> dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Achaemenid_Empire">Dinasti Achaemenian</a>. Tragedi bersejarah yang dipoles oleh Hollywood ini digambarkan dalam bentuk perlawanan sekelompok tentara Barat yang berjumlah sedikit terhadap pasukan kolosal Timur dan Iran yang sangat keji. Dengan menggunakan spesial efek yang luar biasa, bangsa Iran dalam film ini dikesankan sebagai bangsa yang keji, haus darah, dan zalim.</p>
<p><span id="more-63"></span></p>
<p>Film 300 yang dibuat hanya dalam waktu dua bulan ini, oleh sebagian pakar sinema dinilai sebagai film fiktif semata. Namun menurut para pengamat politik, film 300 termasuk agenda yang sudah diperhitungkan sejak jauh hari untuk mencoreng wajah Iran yang memiliki peradaban yang sangat tua. Sejarah peradaban Iran lebih dahulu muncul beberapa abad sebelum peradaban Eropa. Iran merupakan bangsa yang pertama kali mendirikan imperium di dunia. Pada saat itu, bangsa Iran berkuasa di berbagai kawasan yang meliputi Mesir hingga India, dan melintasi Teluk Persia hingga Yunani.</p>
<p>Selama 500 tahun, dinasti Achaemenian mempersembahkan berbagai karya besar untuk umat manusia. Instansi pos, bendungan air, kanal-kanal perairan dan jalur transportasi yang panjang adalah di antara inovasi dinasti ini. Pionir peradaban Achaemenian adalah seorang pendekar bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Cyrus_the_Great">Cyrus</a>. Dalam sejarah, Cyrus juga tercatat sebagai pembebas kaum Yahudi dari kezaliman bangsa <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Babylonia">Babilonia</a>. Pada 2500 tahun yang lalu, salah satu raja dinasti Achaemenian bernama <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Darius_I_of_Persia">Darius</a> juga menguasai Terusan Suez.</p>
<p>Dinasti Achaemenian pada akhirnya terpecah-belah setelah datangnya serangan dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_the_Great">Alexander</a> Macedonia. Alexander berambisi untuk menguasai dunia, termasuk Iran, sehingga dia melakukan serangkaian ekspedisi perang ke berbagai wilayah. Alexander Macedonia menyerang Iran dengan membakar <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Persepolis">Istana Persepolis</a>, yang merupakan simbol peradaban dunia zaman itu. Puing-puing istana itu hingga kini masih ada di <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Shiraz">Shiraz</a>, selatan Iran. Kini, 25 abad telah berlalu sejak serangan Alexander dan Barat sebagai penerus ambisi Alexander kembali menggelar perang terhadap Iran melalui berbagai cara, termasuk melalui perangkat canggih Hollywood.</p>
<p>Dalam film 300 ini, Barat tak mempedulikan hasil riset-riset yang aksiomatis dalam sejarah. Film ini juga melupakan gaya hidup dan bentuk pakaian bangsa Iran. Dalam film ini, Khashayar Shah digambarkan mirip dengan orang-orang Afrika dan India. Perlu diketahui juga, kekerasan merupakan bagian dari perang. Untuk itu, sebuah peradaban tak bisa dilecehkan karena melakukan kekerasan dalam peperangan. Jika kita menengok sejarah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Byzantine_Empire">Yunani kuno</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Roman_Emperor">imperium Romawi</a>, terdapat ribuan tragedi terkait pembunuhan massal, pembakaran hidup-hidup, dan kejahatan-kejahatan perang lainnya. Sejak 20 abad lalu hingga kini, nama raja-raja Romawi kuno seperti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Nero">Nero</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Caligula">Caligula</a> tercatat dalam sejarah sebagai penguasa yang paling sadis dan peminum darah. Dinasti Sparta yang dibanggakan dalam film 300 ini malah justru tercatat sebagai pelaksana sistem arogansi, hegemoni, serta pelaku perang.</p>
<p>Tentu saja, pernyataan tadi bukan berarti membenarkan peperangan, melainkan untuk sekedar memberitahukan hakikat asli Dinasti Sparta yang diagungkan dalam film ini. Sementara itu, bangsa Iran beberapa abad setelah peperangan ini, akhirnya menjalani kehidupan baru dengan menerima ajaran Islam. Setelah menerima Islam, peradaban Iran semakin maju dengan munculnya perkembangan pesat di pelbagai bidang ilmu, sosial, dan politik.</p>
<p>Dalam menanggapi berbagai kritik terhadap film ini, pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan film ini menyatakan, “Film ini menggambarkan perang antara bangsa Iran dan Sparta dipoles dengan data yang infaktual dan fiktif.” Namun, karena film ini telah mempermainkan identitas sejarah sebuah bangsa, film ini jelas telah melanggar etika dan menyinggung perasaan bangsa Iran. Tak heran bila kemudian muncul gelombang protes terhadap film ini dari bangsa Iran, baik yang tinggal di Iran maupun di luar negeri. Orang-orang Iran, dari berbagai agama, mazhab, dan haluan politik bersama-sama membela bangsa mereka yang telah dilecehkan oleh film ini.</p>
<p>Hollywood sebagai perusahaan film terbesar AS yang sekaligus representasi dari ambisi politik Washington di dunia perfilman, berusaha keras mencoreng peradaban besar Iran dan membangun opini umum dunia guna menyudutkan bangsa Iran. Hingga kini, meski telah dikritik banyak pihak, Washington masih tetap bersikeras pada kebijakan anti-Iran-nya itu. Sebagian pengamat politik menilai, niat AS untuk menyerang Iran seperti yang dilakukan Alexander di masa lalu, harus didahului dengan membangun opini terlebih dahulu. Untuk itulah, Hollywood sebagai alat politik Washington, memainkan perannya dalam mencoreng wajah bangsa Iran yang cinta perdamaian.</p>
<p>Terlepas dari segala kritikan teknis dan sejarah terhadap film ini, yang jelas, keagungan peradaban Iran sama sekali tak akan tergoyahkan oleh pembuatan film semacam ini. Sejarah manusia sangat berhutang budi kepada berbagai peradaban unggul, seperti peradaban Iran Islami, Yunani, Cina, dan Mesir. Di samping itu, kelanggengan peradaban manusia saling terkait erat dengan peradaban lainnya. Tak diragukan lagi, kritikan terhadap film ini tak hanya untuk membela bangsa Iran, tapi juga bisa dikatakan sebagai bentuk reaksi logis terhadap penyimpangan sejarah yang berkali-kali dilakukan oleh Hollywood demi menjaga interes Gedung Putih, karena Iran bukanlah satu-satunya korban dari pelecehan Hollywood.</p>
<p>Film 300 ini mulai dipromosikan di situs-situs sinema sejak akhir tahun 2006 dan dirilis pertama kali pada tanggal 9 Maret 2007. Dalam promosi film tersebut dikomentari bahwa penonton film ini akan melihat wajah lain bangsa Iran. Bangsa Iran cukup sensitif ketika melihat cuplikan-cuplikan film 300 yang ditayangkan untuk mempromosikan film tersebut, dan kini setelah film itu ditayangkan secara umum, mereka pun telah menangkap jelas tendensi di balik pembuatan film tersebut. Film 300 yang diproduksi oleh Warner Bross merupakan serangan yang tidak jantan dan pendeskriditan terhadap peradaban dan sejarah Iran.</p>
<p>Film ini diangkat dari novel karya <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Frank_Miller_%28comics%29">Frank Miller</a> yang menceritakan pertempuran Khashayar Shah, seorang raja Iran, dengan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Leonidas_I">Raja Leonidas</a>, seorang raja Spartan dari Yunani. Film ini mengambil latar belakang pertempuran <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Battle_of_Thermopylae">Thermopylae</a>, di mana Raja Leonidas mengerahkan 300 pasukan untuk menghadapi pasukan kolosal Raja Khashayar Shah. Namun pada akhirnya, pintu-pintu gerbang kota dapat dijebol oleh pasukan Iran dan kemudian pasukan Yunani mengalami kekalahan. Film ini mengangkat catatan dari Herodotus yang menyatakan, perlawanan selama tiga hari pasukan Spartan melawan pasukan Iran telah menimbulkan persatuan bangsa Yunani dan pembentukan pemerintahan demokratis.</p>
<p>Namun, pernyataan ini dibantah oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Touraj_Daryaee">Touraj Daryaee</a>, seorang profesor Sejarah Kuno dari Universitas California. Dalam film ini orang-orang Sparta digambarkan sebagai pecinta demokrasi dan anti perbudakan. Padahal, sejarah menyebutkan, Dinasti Achaemenian di Iran mempekerjakan dan membayar para pekerja, tanpa memperdulikan etnik maupun jenis kelamin. Sebaliknya, pada zaman yang sama, hanya 14 persen orang-orang Yunani yang berpartisipasi dalan pemerintahan yang demokratis. Bahkan, pada saat itu, hampir 37% populasi Yunani adalah budak. Menurut Touraj Daryaee, Sparta adalah kerajaan militer, bukan pemerintahan demokratis dan bahkan memiliki sistem perbudakan.</p>
<p>Sutradara film 300, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zack_Snyder">Zack Snyder</a>, mengoptimalkan spesial efek yang luar biasa dalam film ini. Dengan melibatkan aktor-aktor nyata, bukan animasi, Snyder mampu memoles tayangan pertempuran dalam film tersebut sehingga terkesan seperti pertempuran yang nyata. Padahal, tayangan tersebut adalah hasil kombinasi permainan efek dengan latar belakang gambar-gambar. Namun demikian, para pengamat film tetap menilai negatif film tersebut dan sebagian menyebutnya sebagai film ala video game. Dalam film tersebut, pasukan Iran digambarkan seperti makhluk aneh dan juga dikesankan seperti robot yang tak berakal, yang tugasnya hanya membunuh manusia. Sebaliknya pasukan Yunani digambarkan sebagai pasukan yang cerdas.</p>
<p>Seorang kritikus film di koran New York Times menulis, Film 300 merupakan film yang bisa disetarakan dengan film Apocalypto yang disutradarai oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mel_Gibson">Mel Gibson</a>. Akan tetapi film 300 lebih konyol dua kali lipat dibanding film <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Apocalypto">Apocalypto</a>. Film ini cenderung menekankan penampilan luar. Dalam bagian film yang tak ada pertempuran dan pertumpahan darah, tubuh dan pakaian perang pasukan Yunani dan perhiasan-perhiasan pasukan Iran ditampilkan secara konyol.</p>
<p>Semakin jauh menyaksikan flm 300, akan kian nampak tendensi di balik pembuatan film ini. Koran Washinton Post menyebutkan, &#8220;Film 300 dikonsumsikan untuk penonton yang nalarnya rendah, bahkan dalam film itu sama sekali tak dijelaskan urgensi pengorbanan untuk menyelamatkan Thermopylae dan juga tak ada sedikitpun ulasan soal kekalahan telak Yunani dalam menghadapi bangsa Iran. Bagian film lainnya juga menampilkan parlemen Yunani yang menolak untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada Raja Leonidas melalui serangkaian perdebatan. Hal ini mengingatkan Kongres AS yang menolak kebijkan Presiden AS, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/George_W._Bush">George W Bush</a> soal perang Irak.&#8221;</p>
<p>Seorang warga Iran setelah menonton film 300 menuliskan komentarnya di weblog pribadinya. Dia mengatakan, &#8220;Tanpa mempedulikan pemeranan karakter yang lemah dalam film ini, tema yang diangkat dalam film ini berkisar soal kebebasan dan perbudakan. Film itu juga menceritakan bahwa pasukan Iran menyerang Yunani untuk menjadikan bangsa Spartan sebagai budak dan satu-satunya cara untuk menyelamatkan dunia adalah dengan kemenangan bangsa Yunani. Ini mirip klaim yang digembar-gemborkan oleh AS dan sejumlah negara-negara arogan dunia. Di tengah-tengah upaya Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir sipil, film tak bernilai semacam ini telah dirilis secara sengaja untuk mendiskreditkan bangsa Iran. Hal ini juga berkali-kali telah dilakukan oleh Hollywood dalam kondisi-kondisi sensitif, seperti film &#8216;Alexander&#8217; yang sengaja dikemas untuk mengucilkan Iran.&#8221;</p>
<p>Pemerintah Iran sendiri secara resmi melalui Lembaga Budaya Republik Islam Iran telah meminta <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/UNESCO">UNESCO</a> untuk menindak dan melarang penayangan film 300 yang bertendensi mendeskriditkan peradaban dan sejarah bangsa Iran. Lembaga ini secara tegas menyatakan, &#8220;Dengan memperhatikan piagam UNESCO yang mengecam kebencian dan pertentangan, dan juga mengingat UNESCO sebagai pihak yang bertugas melindungi peninggalan kebudayaan dunia, maka lembaga internasional ini harus mengeluarkan reaksi terkait masalah ini.&#8221;</p>
<p>Warga Iran di seluruh dunia juga menggalang penandatanganan petisi <em>online</em> untuk memprotes penayangan film 300. Sebuah situs khusus juga dibuat untuk menampung kritikan para penonton film ini yang memprotes film tersebut. Hingga kini sudah banyak pihak yang membubuhkan tanda tangan sebagai aksi protes. Surat protes terbuka ini sengaja dimuat di situs ini dalam rangka mengecam arogansi Hollywood, dan langkah ini kian mendapat sambutan dari hari ke hari. Salah satu penggagas situs ini mengatakan, &#8220;Problema utama dalam film 300 adalah bahwa bangsa Iran dalam film ini digambarkan secara tidak realistis, dan sebuah bangsa besar dan beradab telah dikesankan negatif. Hal ini sama sekali tak bisa diterima.&#8221;</p>
<p>Propaganda yang dikemas dengan data bohong dan tendensius ini merupakan politik Barat dalam rangka menyudutkan bangsa Iran. Sangatlah jelas bahwa pencorengan terhadap nama baik bangsa Iran di mata dunia dan justifikasi atas politik perang Washington adalah tujuan di balik pembuatan film 300. Namun bagi orang yang mengenal peradaban agung Iran, pembuatan film semacam ini sama sekali tak mengurangi penghargaan mereka terhadap peradaban tinggi bangsa Iran.</p>
<p>Sumber: <a href="http://indonesian.irib.ir/">IRIB bahasa Indonesia</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>bangsa spartan</li><li>300 film</li><li>sejarah 300</li><li>raja spartan</li><li>pertempuran Thermopylae</li><li>gambar gambar tragedi karbala</li><li>film sejarah 300</li><li>film kisah peradaban kuno</li><li>film 300</li><li>sejarah perfilman iran</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 0.79 ms -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abatasya.net/2007/04/16/film-300-pelecehan-peradaban-iran-oleh-hollywood/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
